- Instagram/@s_tjo
Sherly Tjoanda Sebut 30 Persen Siswa SMP-SMA di Malut Putus Sekolah: Langsung Dituntaskan, Pendidikan itu Penting
Kota Tidore, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mengungkapkan kondisi pendidikan bagi siswa SMP-SMA di Malut. Ia mengatakan, situasi ini terjadi di awal masa jabatannya.
Sherly Tjoanda berbicara kondisi dan nasib pendidikan bagi siswa di Malut saat meninjau langsung program Sekolah Rakyat di Desa Akekolano, Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Di momen ini, Sherly Tjoanda berbincang dengan wartawan. Ia mengakui 30 persen siswa dari tingkat SMP-SMA tercatat tidak bisa melanjutkan pendidikan sekolah.
"Kita tuh dari SMP ke SMA itu lumayan ada sekitar 30 persen nggak bisa lanjut," ungkap Sherly Tjoanda dikutip, Jumat (8/5/2026).
Seperti Apa Langkah Sherly Tjoanda Sikapi Masalah ini?
- YouTube/GubSherly
Sherly tentu tidak tinggal diam. Ia menyampaikan di awal menjabat sebagai Gubernur Malut langsung melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah ini.
Sherly langsung menginstruksikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut. Pemerintah langsung memberikan pendidikan gratis untuk semua siswa di Maluku Utara.
Sherly mengungkap penyebab banyak siswa dari tingkat SMP hingga SMA putus sekolah. Kata dia, rata-rata akibat tidak bisa mendapatkan ijazah.
Ia menjelaskan faktor ini diakibatkan karena perekonomian. Situasi tersebut tentu membuat mereka sulit melanjutkan pendidikan ke tingkat Perguruan Tinggi.
"Banyak juga waktu saya dilantik itu, banyak ijazah yang ditahan karena mereka nggak bisa menyelesaikan uang komite sehingga mereka juga nggak bisa kuliah. Jadi, itu kita tuntaskan semua karena pendidikan itu penting untuk generasi masa depan," terangnya.
Lebih lanjut, Sherly mengatakan, dirinya mendapat informasi terkait situasi darurat pendidikan anak-anak di Malut terjadi selama masa kampanye.
Kala itu, Sherly menggantikan peran mendiang sang suami, Benny Laos. Di tengah aktivitas sehari-harinya, ia kerap mendapat aduan dari masyarakat mengenai nasib pendidikan di Malut.
Ia mengatakan, banyak ibu-ibu sering curhat. Bahkan, mereka menitipkan harapan besarnya untuk menyelamatkan pendidikan bagi anak-anak di Malut.
Tidak hanya seputar pendidikan, Sherly mengatakan, dirinya juga diharapkan untuk memperhatikan aspek kesehatan. Dari suara inilah, ia langsung bertindak cepat menyelesaikan persoalan ini.
Terkait pendidikan, Sherly menggratiskan pembiayaan bagi anak-anak sekolah. Program ini langsung menyasar ke sejumlah Kabupaten/Kota di Malut.
"Pada saat saya menjabat 100 hari pertama yang kita koordinasikan dengan 10 kabupaten kota yaitu menggratiskan SMA, SMK, SLB, madrasah, negeri, swasta," tuturnya.
Sementara, Sherly mengungkapkan tindakan awal dalam aspek kesehatan. Di awal masa jabatannya, ia meluncurkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Sherly menginginkan pelayanan kesehatan terjangkau. Melalui program ini, ia menginginkan layanan kesehatan juga berkualitas.
Bagaimana Progresnya?
Sherly ditanya terkait progres program pendidikan gratis untuk anak-anak sekolah. Ia menegaskan, bagian hal ini tidak mengalami hambatan apa pun.
"Kalau gratis, dari 100 hari sudah gratis sampai hari ini, namun kualitas yang menjadi PR," katanya.
(hap)