Rekaman CCTV Ungkap Penyiraman Brutal Puluhan Pekerja Konveksi Dengan Air Keras
Tasikmalaya, tvOnenews.com - Kasus penyiraman cairan kimia terhadap Pekerja konveksi di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terekam kamera pengawas atau CCTV.
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat menyerang para pekerja secara acak hingga menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi di sebuah gudang konveksi di Kampung Gunajaya, Desa Gunajaya, pada Senin lalu. Pelaku berinisial D datang mengenakan mantel dan helm sebelum masuk ke area gudang tempat para pekerja sedang beraktivitas.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku langsung menyiramkan cairan kimia kepada dua pekerja perempuan sebelum berkeliling ruangan dan menyerang pekerja lain yang berada di lokasi.
Adik pelaku yang berada di tempat kejadian sempat berusaha menghentikan aksi tersebut dan merebut botol berisi cairan kimia, namun turut menjadi korban.
Data terbaru dari RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya menyebut sedikitnya 10 orang mengalami luka akibat insiden tersebut.
Empat korban, yakni Danda, Wina, Kholik, dan Rizki, harus menjalani tindakan operasi intensif karena cairan mengenai lapisan kulit bagian dalam di area wajah, leher, dan tubuh.
Salah satu korban bernama Wina disebut mengalami risiko gangguan penglihatan serius akibat paparan cairan kimia pada bagian wajah. Sejumlah korban lain juga masih menjalani perawatan medis intensif.
Saksi di lokasi mengatakan para pekerja awalnya mengira pelaku datang untuk mengambil barang seperti biasanya karena mengenakan atribut yang menutupi tubuh dan kepala.
Namun, pelaku tiba-tiba menyerang pekerja menggunakan cairan kimia yang dibawanya dalam dua botol plastik berukuran besar.
Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku di Mapolres Tasikmalaya Kota. Aparat juga telah mengamankan barang bukti berupa dua botol plastik bertuliskan nitric acid yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan tersebut.
Penyidik masih mendalami motif pelaku melakukan penyerangan terhadap para pekerja konveksi. Polisi juga terus meminta keterangan dari korban dan saksi untuk melengkapi proses penyelidikan.