- Istimewa
Erupsi Gunung Dukono Makan Korban, 15 Selamat, 2 Pendaki WNA Tewas dan 3 Masih Dalam Pencarian
Jakarta, tvOnenews.com - Insiden erupsi Gunung Dukono menyebabkan puluhan pendaki terjebak di kawasan puncak gunung di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Dalam operasi pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung, sebanyak 15 pendaki dilaporkan berhasil selamat, sementara dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dinyatakan meninggal dunia akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono.
Selain itu, tiga pendaki lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Basarnas Terima Sinyal Darurat dari Pendaki Gunung Dukono
Operasi SAR dimulai setelah Basarnas menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin milik pendaki di kawasan Gunung Dukono.
Laporan itu diterima Basarnas Command Center pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 08.55 WIT.
Sinyal darurat tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya yang menyebut sejumlah pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Dukono.
Lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Tim Rescue Pos SAR Tobelo kemudian langsung bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan rescue dan melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik keberadaan korban.
Total 20 Pendaki Terdampak Erupsi Gunung Dukono
Berdasarkan data sementara yang diterima tim SAR, total terdapat 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono.
Dari jumlah tersebut, 15 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat ke lokasi aman.
Sementara itu, dua pendaki dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR menyebut data tersebut masih akan dipastikan kembali setelah seluruh tim tiba di lokasi kejadian.
Daftar Pendaki Selamat dalam Erupsi Gunung Dukono
Dari total korban selamat, tujuh di antaranya merupakan WNA asal Singapura.
Berikut daftar pendaki WNA yang selamat:
-
Toh Yu Ming Eugene (30)
-
Ong Shilin Selene (37)
-
Phoebe Lim (33)
-
Loh Hui En Iris (31)
-
Tan Jia Yi Geraldine (30)
-
Lee Yi Xuan Venessa (30)
-
Lim Shan De (29)
Sementara delapan korban selamat lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI), yakni:
-
Bahtiar Badar (24)
-
Yusril (23)
-
Sahrul (26)
-
Ahmad (22)
-
Hairudin (26)
-
Fiki Nafila (27)
-
Riska Isbar (29)
-
Sudin Juangan
Para korban selamat diketahui berhasil dievakuasi ke lokasi aman setelah sempat terjebak di area terdampak erupsi Gunung Dukono.
Dua WNA Asal Singapura Dilaporkan Meninggal Dunia
Dalam insiden erupsi Gunung Dukono tersebut, dua pendaki WNA asal Singapura dilaporkan meninggal dunia.
Keduanya diketahui bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27).
Selain dua korban meninggal dunia tersebut, satu pendaki perempuan WNI bernama Enjel hingga kini masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di kawasan gunung untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya.
Dua Pendaki Selamat Ikut Membantu Pencarian
Di tengah proses evakuasi dan pencarian, dua pendaki selamat juga diketahui masih berada di kawasan puncak untuk membantu proses pencarian korban hilang.
Keduanya yakni Reza Selang dan Jailan Ayub.
Informasi awal menyebut kedua pendaki tersebut tetap bertahan di area sekitar puncak Gunung Dukono untuk membantu pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan ke Lokasi
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi.
Tim yang diterjunkan terdiri dari:
-
Basarnas sebanyak 4 personel
-
Polres 7 personel
-
BPBD 3 personel
-
TNI 3 personel
-
Masyarakat sekitar 20 orang
Setelah tiba di Posko Pengamatan Gunung Dukono, tim SAR juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian.
Perjalanan menuju lokasi pendaki disebut cukup berat karena hanya bisa dilalui kendaraan hingga batas tertentu sebelum dilanjutkan dengan perjalanan darat dan pendakian selama sekitar enam jam.
Hingga kini proses pencarian korban erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung secara intensif oleh tim SAR gabungan. (nsp)