- Antara
DPRD Soroti Sulitnya Punya Hunian di Jakarta, PSI Desak Pramono Buat Kebijakan Konkret untuk Gen Z
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana soroti sulitnya punya hunian di Jakarta bagi Gen Z. Oleh sebab itu, ia desak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menindaklanjuti komitmennya memberi ruang bagi Gen Z dengan menghadirkan kebijakan konkret.
“Belum lama ini, Pramono menyatakan bahwa Jakarta harus memberikan ruang yang lebih besar lagi kepada anak-anak Gen Z. Saya pikir, ruang yang dimaksud itu salah satunya mencakup ruang untuk tinggal dan hidup di Jakarta,” ucap William, Jumat (8/5/2026).
Bahkan ia menilai, biaya untuk membeli maupun menyewa rumah, rusun hingga apartemen di Jakarta saat ini sudah sangat mahal bagi anak muda.
“Kondisi ini tentu tidak lepas dari keterbatasan tempat tinggal di Jakarta. Satu, dikarenakan tata kotanya yang memang semrawut, sehingga lahan menjadi semakin berkurang,” katanya.
Selain faktor tata kota, William juga menilai kondisi pasar properti turut membuat harga hunian di Jakarta terus melambung tinggi.
“Namun, ini juga diakibatkan oleh kondisi pasar real estate yang membuat harga hunian kian melunjak,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta perlu segera mencari solusi apabila serius ingin memberikan ruang lebih besar bagi anak-anak muda di ibu kota.
Sebagai contoh, William menyinggung kebijakan perumahan di New York yang dinilainya bisa diterapkan di Jakarta.
“Mas Pram bisa mencontoh Zohran di New York dengan kebijakan Pied-à-Terre Tax atau Pajak Properti Mewah,” katanya.
Menurut William, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah pemerintah untuk mengatur kepemilikan properti sehingga harga hunian kembali terjangkau bagi warga, khususnya generasi muda.
“Bagaimana pemerintah hadir untuk mengatur kepemilikan real estate agar harga-harga hunian bisa kembali terjangkau bagi penduduk-penduduknya dan menciptakan keadilan ruang yang nyata, terutama untuk anak-anak muda yang memang sedang kesulitan untuk mencari tempat tinggal,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (7/5/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan generasi Z harus mendapat ruang seluas-luasnya sebagai bagian dari upaya membangun Jakarta menjadi kota global.