news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gunung Dukono.
Sumber :
  • Antara

Erupsi Gunung Dukono Buat Puluhan Pendaki Terjebak, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bilang Begini

Gunernur Maluku Utara (Malut) mengimbau masyarakat tetap tenang. Hal ini menyusul kabar erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara menyebabkan 20 pendaki terjebak.
Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:59 WIB
Reporter:
Editor :

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan dari hasil data sementara. Setidaknya ada 20 pendaki yang terjebak.

20 pendaki tersebut terdiri dari sembilan WNA asal Singapura, tiga orang warga asal Ternate, dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar.

Dari hasil pencarian tersebut, kata Abdul Muhari, setidaknya tim SAR gabungan menemukan lima pendaki mengalami luka-luka.

"Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," ujar Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Berdasarkan hasil data terbaru, dua pendaki WNA asal Singapura dilaporkan meninggal dunia. Keduanya berinisial HWQT (L) berusia 30 tahun dan SMBAH (L) berusia 27 tahun.

Kapolres Halmahera Utara, Malut, AKBP Erlichson Pasaribu menyampaikan identitas satu orang yang meninggal dunia merupakan warga lokal kelahiran asal Jayapura.

Sementara, Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan potensi ancaman erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara. Potensi bencana ini dibagi dalam tiga tingkatan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Dukono.

Tiga tingkatan tersebut dari tingkat bahaya tertinggi hingga terendah. Mulai dari Kawasan Rawan Bencana III (KRB –III), Kawasan Rawan Bencana-II (KRB-II) dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB-I).

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Dukono hingga saat ini dinilai masih dalam fase erupsi dan masih berpotensi terjadi letusan. Tingkat aktivitas Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II (Waspada)," terang Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria.

Adapun PVMBG, Badan Geologi memberikan rekomendasi terhadap masyarakat, wisatawan hingga pendaki tidak beraktivitas lebih dahulu. Minimal menghindari kegiatan dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.

Ia menambahkan selain ancaman abu hingga lontaran batu pijar, masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder berupa aliran lahan terutama ketika musim hujan.

"Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono," tukasnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral