news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi KPK..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Setahun Tanpa Perkembangan, KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi Proyek Jalan yang Sempat Seret Nama Ria Norsan

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti lambannya langkah KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).
Sabtu, 9 Mei 2026 - 04:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti lambannya langkah KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Pasalnya, KPK telah menetapkan tahap penyidikan kasus dugaan korupsi ini pada 30 April 2025 dan menetapkan tiga orang tersangka yang tak juga diungkap identitasnya hingga setahun lamanya.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dugaan kasus korupsi ini sempat menyita perhatian publik usai turut menyeret nama Gubernur Kalbar, Ria Norsan yang saat proyek tersebut berjalan sedang menjabat sebagai Bupati Mempawah. 

Boyamin meengatakan pihaknya akan mengambil langkah hukum jika perkara dugaan korupsi tersebut mandek tanpa perkembangan yang berarti.

Sebab, kata Boyamin, keterlambatan penanganan perkara berisiko memunculkan krisis kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah, terutama ketika perkara menyangkut pejabat publik aktif yang masih menjalankan pemerintahan. 

“Kalau nanti mangkrak ya akan saya laporkan ke Dewan Pengawas KPK maupun saya gugat praperadilan. Apalagi ini sudah penyidikan, harusnya cepat,” kata Boyamin, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Tak hanya MAKI, mantan Wakil Ketua KPK periode 2015–2019, Saut Situmorang turut serta menyorot perkembangan kasus tersebut.

Ia mempertanyakan lambannya proses penghitungan kerugian negara terkait dugaan korupsi tersebut.

“Memang duitnya berapa triliun sih? Susah banget ngitungnya,” ungkapnya.

Saut menilai KPK perlu segera menunjukkan progres konkret agar tidak muncul persepsi publik bahwa penanganan perkara yang berkaitan dengan elite politik berjalan lambat dan tidak transparan. 

“Kejar sampai dapat lah, kalau ndak negara kan rugi,” katanya. 

Diketahui, KPK sempat melakukan penggeladahan rumah dinas dan pribadi Ria Norsan terkait perkara dugaan korupssi proyek jalan tersebut hingga mengamankan sejumlah barang bukti.

Ria Norsan pun turut memberikan klarifikasi ke publik terkait penggeledahan KPk terhadap rumah dinas dan pribadinya tersebut.

Menurutnya barang yang disita oleh KPK hanya berisi pakaian bekas.

"Yang diambil cuma koper berisi pakaian untuk disumbangkan," kaa Ria Norsan, Sabtu (27/9/2025).(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral