news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tom Lembong dan Miftah Sabri membedah peta kekuatan AI bersama pelajar di The Cornerstone..
Sumber :
  • Ist

Tom Lembong dan Miftah Sabri Bedah Peta Kekuatan AI, Soroti Tantangan Geopolitik hingga Ancaman Keterganatungan

Dalam persaingan teknologi global, Tom Lembong menyebut hal terpenting dalam penggunaan AI tetap terletak pada kemampuan manusia mengenali jati diri dan nurani.
Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Diskusi mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tak lagi sekadar membahas teknologi pendukung tugas sekolah maupun pembuatan konten media sosial.

Di balik kemudahan yang ditawarkan, AI dinilai tengah membentuk ulang tatanan global baru. Isu ini jadi fokus utama dalam panel “AI. Power. Global Order.” pada konferensi nasional The Cornerstone yang baru saja digelar.

Forum lintas generasi itu membahas kehidupan pelajar yang kini semakin dekat dengan algoritma digital. Dalam diskusi tersebut, para siswa menyampaikan kekhawatiran terkait pengaruh algoritma media sosial yang dinilai mampu mengarahkan pola konsumsi informasi sekaligus membentuk opini publik secara halus.

Sebagian generasi muda mulai menyadari bahwa selera, pandangan, hingga minat yang dimiliki tidak sepenuhnya terbentuk secara mandiri. Banyak aspek dinilai telah dipengaruhi mesin dan kepentingan tertentu yang bekerja di balik layar.

AI Tak Boleh Hilangkan Sisi Kemanusiaan

Menanggapi isu dominasi algoritma, mantan Menteri Perdagangan RI, Tom Lembong, mengaitkan persoalan tersebut dengan konteks geopolitik dan ekonomi global.

Ia menyoroti penguasaan cip semikonduktor, perangkat keras, perangkat lunak, hingga pusat data yang kini menjadi instrumen diplomasi baru antarnegara.

Tom menilai Indonesia perlu memiliki kebijakan politik dan regulasi yang konsisten agar tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi global.

"Kalau gelombang ini Indonesia sudah ketinggalan kereta, Malaysia sudah mengoprasi 60% dari kapasitas data center di asia tenggara, 60-80% hard drive semua di dunia diproduksi oleh Thailand, dan ini adalah buah dari sebuah kebijakan yang konsisten selama puluhan tahun," papar Tom Lembong, Sabtu (9/5/2025).

Ia juga menekankan bahwa di tengah persaingan teknologi global, hal terpenting dalam penggunaan AI tetap terletak pada kemampuan manusia mengenali jati diri dan nurani.

Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat untuk membantu manusia, bukan menghilangkan sisi kemanusiaan.

Pandangan tersebut kemudian ditanggapi Founder Akademi Kader Bangsa, Miftah Sabri, dari sudut pandang pendidikan.

Ia menilai perkembangan AI menjadi peringatan serius bagi sistem pendidikan Indonesia dalam menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.

Miftah menekankan pentingnya membangun “filter” mental dan intelektual bagi generasi muda. Menurutnya, AI memang membantu secara konseptual, tetapi juga berpotensi membuat pelajar terlalu bergantung pada teknologi dan kehilangan kemampuan berpikir mandiri.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral