news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terduga pelaku pencabulan santriwati Kiai Ashari.
Sumber :
  • Youtube FHI Multimedia

Para Kiai di PKB Sebut Ashari Pelaku Kekerasan Seksual di Pati Bukan Kiai Tapi 'Dukun' Cabul

Para kiai yang tergabung dalam Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Jawa Tengah menegaskan tersangka Ashari, bukanlah seorang kiai melainkan “dukun”. 
Senin, 11 Mei 2026 - 08:45 WIB
Reporter:
Editor :

Semarang, tvOnenews.com - Kasus dugaan pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Nhdolo Kusumo Pati, tengah menjadi sorotan publik.

Bagaimana tidak seorang kiai bernama Ashari (51) yang merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut diduga mencabuli puluhan santriwati, bahkan sampai ada yang hamil.

Kini, Kiai Ashari telah diringkus polisi dan resmi berstatus tersangka kasus kekerasan seksual.

Menanggapi kasus tersebut, Para kiai yang tergabung dalam Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Jawa Tengah menegaskan tersangka Ashari, bukanlah seorang kiai melainkan “dukun”. 

Oknum Kiai Bernama Ashari dijadikan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Facebook I Love Pati/ X @neVerAl0nely___

Sukirman menyebut Ashari merupakan dukun yang mengatasnamakan tokoh agama atau kiai. 

Menurutnya, sosok kiai memiliki ukuran akhlak, keilmuan, dan budi pekerti yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah, Sukirman, usai kegiatan Muspinwil DPW PKB Jateng di Semarang, Minggu (10/5/2026), petang.

"Bukan (kiai), itu dukun mengatasnamakan kiai. Kiai karakter dan akhlaknya tidak akan seperti itu," kata Sukirman.

"Kami pastikan bahwa itu bukan kiai. Kiai tetap ada ukuran-ukuran akhlaknya, keilmuannya jelas, budi pekertinya jelas, kemudian dalam menjaga anak-anak santrinya juga jelas," tambahnya.

Para kiai di lingkungan Dewan Syuro PKB Jawa Tengah bersepakat memperketat pengawasan di pondok pesantren masing-masing. 

Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada oknum yang menyusup dan melakukan tindakan negatif dengan mengatasnamakan tokoh agama.

"Jadi kiai-kiai bersepakat, untuk kemudian mengawal pondok masing-masing untuk supaya tidak terinfiltrasi oknum-oknum yang melakukan upaya-upaya demikian (kekerasan seksual)," terangnya.

Selain itu, pengawasan terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai kiai di daerah masing-masing juga akan ditingkatkan. 

"Kedua ikut melakukan pengawasan, yang mengatasnamakan kiai dar sebuah pondok pesantren di daerahnya masing-masing," katanya.

Sukirman menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi untuk menjaga martabat pesantren dan kepercayaan masyarakat. (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:05
07:29
02:00
08:12
01:02
02:11

Viral