news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • Antara

Tangis KDM Pecah di Cirebon, Ungkap Pernah Dituding Musyrik karena Angkat Filosofi Sunda

KDM tak kuasa untuk menahan tangisnya di Cirebon saat dirinya mengaku pernah dituding musyrik karena mengangkat filosofi Sunda dalam pembangunan Jawa Barat.
Senin, 11 Mei 2026 - 15:52 WIB
Reporter:
Editor :

Kirab budaya melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti:

  • Jalan Pasuketan

  • Jalan Pekiringan

  • Jalan Petratean

  • Jalan Pulasaren

  • Finis di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan

Berbagai kesenian tradisional dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat juga ikut tampil memeriahkan acara.

Mulai dari Reog, angklung massal, ogoh-ogoh, hingga iring-iringan kereta kencana turut menjadi perhatian ribuan warga.

Dedi Sebut Pajajaran Bukan Sekadar Mitos

Dalam pidatonya, Dedi juga menyinggung anggapan sebagian pihak yang menganggap Kerajaan Pajajaran hanya cerita masa lalu atau mitos belaka.

Menurutnya, jejak peradaban Sunda masih nyata hingga saat ini.

“Banyak orang yang bercerita Pajajaran itu mimpi, Pajajaran itu fiksi. Tetapi Pajajaran itu adalah fakta,” kata Dedi.

Ia menegaskan bukti sejarah Pajajaran masih bisa ditemukan melalui keraton, gapura budaya hingga keberadaan keturunan kerajaan yang masih hidup sampai sekarang.

“Faktanya apa? Bukan hanya batu tulis, bukan hanya Mahkota Binokasih, tapi sampai hari ini masih berdiri kokoh gapura-gapura, keraton-keraton, keturunannya masih ada,” ujarnya.

Puji Cirebon karena Tak Ada Istilah Kafir dan Musyrik

Di tengah pidatonya, Dedi Mulyadi juga secara khusus memuji Kota Cirebon sebagai wilayah yang menurutnya masih menjaga nilai pluralisme dan Islam inklusif.

Ia menyebut Cirebon memiliki tradisi budaya dan keagamaan yang terbuka serta jauh dari budaya saling menghakimi.

“Di Cirebon tidak pernah terdengar kalimat musyrik. Di Cirebon tidak pernah terdengar kalimat kafir dan mengkafirkan,” katanya.

Menurut Dedi, nilai keterbukaan itu lahir dari sejarah panjang ajaran Sunan Gunung Jati yang mengedepankan toleransi dan penghormatan terhadap budaya.

“Cirebon sesungguhnya adalah mini pluralisme Indonesia,” lanjutnya.

Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Caruban

Tak hanya berbicara sejarah dan budaya, Dedi juga mengungkap rencana penataan kawasan budaya di Cirebon melalui pembangunan kawasan bernama “Pelataran Caruban”.

Ia ingin kawasan keraton dan lingkungan sekitarnya menjadi pusat peradaban budaya Jawa Barat yang tertata rapi dan bersih.

“Maka di Cirebon nanti akan saya bangun Pelataran Caruban. Saya akan tata itu dengan rapi dan dengan cinta,” ucapnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
02:53
07:16
00:53
01:07
05:10

Viral