- Istimewa
Sidak Tengah Malam BGN Bongkar Kejanggalan Dapur MBG di Sukabumi, Ada KaSPPG Tak Paham Operasional hingga Dapur Kotor
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menemukan banyak kejanggalan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Sidak yang dilakukan pada Rabu malam (6/5/2026) itu membongkar berbagai persoalan di lapangan, mulai dari lemahnya pengawasan Kepala SPPG (KaSPPG), kondisi dapur yang dinilai belum layak, hingga dugaan kebocoran informasi sidak.
Dalam keterangannya, Nanik mengaku kecewa karena masih menemukan banyak masalah mendasar dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KaSPPG Disebut Tak Paham Operasional Dapur
Salah satu hal yang paling disoroti Nanik adalah minimnya keterlibatan Kepala SPPG dalam proses produksi makanan.
Menurutnya, KaSPPG seharusnya hadir langsung mengawasi proses produksi MBG, terutama pada waktu dini hari saat aktivitas dapur berlangsung padat.
“Saya sudah berkali-kali meminta agar KaSPPG wajib berada di tempat dan mengawasi produksi MBG dini hari, karena ini tanggung jawab besar,” ujar Nanik dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (12/5/2026).
Namun saat sidak dilakukan, Nanik justru menemukan hal janggal. Meski KaSPPG berada di lokasi, yang bersangkutan disebut tidak memahami teknis operasional dapur.
Ia mengaku awalnya mengira KaSPPG tersebut rajin karena sudah standby pada malam hari. Namun setelah ditanya terkait manajemen dapur dan penggunaan peralatan, sebagian besar pertanyaan justru dijawab oleh asistennya.
“Saya kira rajin karena malam-malam sudah standby, tapi saat ditanya soal manajemen dan peralatan, justru banyak tidak tahunya. Yang menjawab malah asistennya,” katanya.
Dari informasi yang diterima di lokasi, KaSPPG tersebut juga disebut jarang terlibat langsung dalam aktivitas dapur sehari-hari.
Nanik Curiga Ada Kebocoran Informasi Sidak
Selain masalah pengawasan, Nanik juga menyoroti dugaan bocornya informasi sidak internal.
Ia menduga keberadaannya di Sukabumi telah tersebar lebih dulu melalui grup komunikasi internal, sehingga sejumlah petugas mendadak bersiap sebelum dirinya tiba di lokasi.
“Begitu saya datang, ternyata ada informasi di grup bahwa saya sedang berkeliling. Jadi mereka langsung standby di dapur,” ungkapnya.