- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Mensos Akan Lapor ke Prabowo 32 Ribu Siswa Siap Masuk Sekolah Rakyat Juli Ini
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mulai memacu pelaksanaan program sosial andalan Presiden Prabowo Subianto dengan fokus utama pada pembenahan data penerima bantuan, penyaluran bansos tepat sasaran, hingga percepatan program Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan tiga agenda besar itu menjadi laporan utama dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2026).
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah tengah memperkuat validitas data sosial agar penyaluran bantuan tidak lagi meleset dan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Ya, saya mau melaporkan perkembangan pelaksanaan program strategis Presiden yang ada di Kementerian Sosial. Pertama, soal pemutakhiran data,” ujar Gus Ipul sebelum rapat terbatas.
Selain pembaruan data, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap efektivitas distribusi bantuan sosial di tengah tekanan ekonomi masyarakat. Penyaluran bansos tepat sasaran disebut menjadi salah satu fokus evaluasi pemerintah.
“Yang kedua soal bansos tepat sasaran, dan yang ketiga adalah soal sekolah rakyat. Itu tiga yang mau kami laporkan tentang perkembangan-perkembangan yang sudah kami lakukan. Setelah itu, kami nanti mohon arahan dari Bapak Presiden,” katanya.
Dalam laporannya kepada Prabowo, Gus Ipul juga membawa perkembangan terbaru program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu proyek sosial unggulan pemerintahan Prabowo.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026–2027 dengan kapasitas siswa yang melonjak signifikan.
“Kami juga melaporkan persiapan secara khusus, ya. Penyelenggaraan sekolah rakyat di tahun 2026-2027 yang insyaAllah akan kita mulai pembelajarannya pada bulan Juli yang akan datang dengan alokasi siswa mencapai 32.000 untuk tahun ini,” ujarnya.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Jika digabungkan dengan capaian tahun lalu, total siswa Sekolah Rakyat diperkirakan menembus lebih dari 46 ribu peserta.
“Tahun lalu 15.000 lebih, artinya kalau digabung tahun ini sudah ada sekitar 46.000 lebih siswa sekolah rakyat. Itu yang akan kami laporkan,” tutur Gus Ipul.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pembahasan subsidi tepat sasaran LPG 3 kilogram dalam rapat, Gus Ipul menegaskan isu tersebut akan dibahas lintas kementerian dan tidak hanya menjadi ranah Kementerian Sosial.
“Secara khusus tentu nanti itu bersama-sama dengan kementerian lain ya. Tidak hanya dengan Kementerian Sosial. Yang dengan Kementerian Sosial adalah bantuan-bantuan sosial yang lewat Kementerian Sosial,” jelasnya.
Ia menyebut subsidi LPG 3 kilogram tetap menjadi bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah, namun pembahasannya akan melibatkan kementerian teknis terkait.
“Sementara LPG 3 kg itu menjadi bagian dari subsidi sosial yang mungkin itu akan dibahas secara khusus ya, dengan kementerian terkait dan Kementerian Sosial salah satu anggotanya nanti di situ jika nanti ada pembahasan,” kata Gus Ipul. (agr/rpi)