news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Usai Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet.
Sumber :
  • istimewa

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Rabu, 13 Mei 2026 - 15:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Usai viralnya kasus Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp salah satu juri LCC, Indri Wahyuni, yang viral di media sosial dan media massa.

Pasalnya, statusnya di WhatsApp dinilai bernada provokatif dan juri Indri Wahyuni menjadi buah bibir lantaran reaksinya yang dianggap tidak menunjukkan penyesalan. 

Status WhatsApp-nya yang tersebar luas di media sosial, terutama setelah dibagikan ulang oleh akun X @ethadisaputra pada Rabu (13/5/2026), memicu kegeraman warganet.

Dalam unggahannya, Indri secara gigih membela keputusannya yang memenangkan SMAN 1 Sambas atas SMAN 1 Pontianak. Ia menilai publik terlalu fokus pada satu sekolah dan mengabaikan fakta lapangan.

"Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang," tulis Indri dalam bahasa Inggris yang telah diterjemahkan.

Ia juga berasumsi bahwa penolakan publik terhadap kemenangan SMAN 1 Sambas disebabkan karena sekolah tersebut berasal dari wilayah yang jauh dan terpencil. 

Bahkan Indri menekankan bahwa semangat kompetisi seharusnya merangkul semua pihak, terlepas dari latar belakang wilayah bekas konflik.

Bagian yang paling memancing emosi netizen adalah saat Indri menyinggung soal laporan harta kekayaannya (LHKPN) yang mulai dikuliti publik. Alih-alih mengklarifikasi, ia justru melontarkan tantangan terbuka.

"Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yang tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayo yang iri makin panas, ngeledekin gw gak akan bikin gw jatuh," tulisnya.

Pernyataan ini dinilai publik sebagai sikap yang tidak profesional bagi seorang juri ajang nasional yang membawa nama lembaga tinggi negara. 

Kalimat penutupnya yang menyebut dukungan sang suami ("At the end, u will always have me kata misua") semakin mempertegas bahwa dirinya tidak gentar menghadapi sanksi sosial.

Untuk diketahui, nama Indri Wahyuni mendadak viral setelah video babak final LCC 4 Pilar di Pontianak menunjukkan ketidakkonsistenan penilaian. 

Saat itu, jawaban dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) disalahkan oleh juri karena alasan artikulasi dan penyebutan unsur lembaga.

Namun, ketika Regu B (SMAN 1 Sambas) memberikan jawaban yang substansinya identik, juri justru memberikan poin penuh. 

Ketimpangan inilah yang memicu protes keras di lokasi lomba hingga akhirnya meledak di media sosial dan berujung pada keputusan MPR RI untuk menonaktifkan seluruh dewan juri dan MC.

Namun, untuk ditehaui, sampai artikel ini terbit, pihak tvOnenews.com mencoba mengkonfirmasi terkait kabar tersebut ke juri tersebut. 

Sebelumnya diberitakan, pasalnya, saat perlombaan regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah.

Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama dan justru memperoleh nilai 10 karena dianggap benar.

Sontak, sebagian publik menduga ada ketidak adilan dalam lomba tersebut. 

Ocha yang merupakan Grup C dari SMAN 1 Pontianak berhasil menjawab dengan benar kemudian protes karena merasa jawaban yang disebutkan sama, tapi disalahkan. 

Namun juri mengatakan Grup C tidak menjawab secara lengkap, yakni tidak menyebutkan pertimbangan dari DPD. 

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.

Setelah peserta Grup C tersebut memberikan sanggahan, juri merespon bahwa keputusan berada di dewan juri dan MC meminta peserta menerima keputusan dewan juri tersebut. 

Lalu, juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni menambahkan bahwa artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai kurang jelas.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," ucap Indri.

Sontak hal ini pun viral dan menuai komentar dari berbagai pihak, sehingga Juri serta MC acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Mereka diminta minta maaf kepada peserta yang dirugikan karena menyalahkan jawaban yang benar.(aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:54
04:43
03:53
02:15
05:05
04:06

Viral