- YouTube/MPRGOID
SMAN 1 Pontianak Pilih Mundur dari LCC Ulang, Pastikan Ikut Lagi: Sampai Jumpa di 2027!
Pontianak, tvOnenews.com - SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan sinyal tegas terkait masa depan mereka di ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI setelah polemik final tingkat Kalimantan Barat yang viral beberapa hari terakhir.
Meski memutuskan tidak akan mengikuti final ulang LCC 4 Pilar tahun 2026, pihak sekolah memastikan mereka belum benar-benar meninggalkan kompetisi tersebut. Lewat pernyataan resmi yang disampaikan Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, sekolah tersebut menegaskan akan kembali bertanding pada LCC 4 Pilar tahun 2027.
Kalimat penutup yang singkat namun penuh makna, “Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027”, langsung menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Pilih Tidak Ikut Final Ulang
Keputusan SMAN 1 Pontianak muncul setelah MPR RI memutuskan mengulang final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat akibat polemik penilaian juri yang viral.
Dalam pernyataan resminya, SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan ikut dalam pelaksanaan lomba ulang tersebut.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” tegas Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati.
Meski begitu, pihak sekolah memastikan keputusan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap hasil lomba maupun upaya menjatuhkan pihak tertentu.
Tetap Hormati Hasil Lomba
SMAN 1 Pontianak justru memilih menghormati hasil final yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sekolah tersebut juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang kini resmi menjadi wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat,” kata Indang.
Sikap tersebut mendapat perhatian publik karena di tengah ramainya polemik, pihak sekolah memilih mengambil langkah yang dinilai lebih menenangkan suasana.
Polemik LCC Viral Nasional
Final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat sebelumnya menjadi sorotan publik setelah muncul protes dari peserta SMAN 1 Pontianak terkait keputusan dewan juri.
Video momen saat jawaban peserta dianggap salah padahal dinilai benar oleh banyak warganet viral di media sosial dan memicu kritik luas terhadap sistem penjurian.
Sorotan semakin besar karena dewan juri diketahui berasal dari unsur kesekretariatan MPR RI.
Polemik itu membuat Ketua MPR RI Ahmad Muzani akhirnya memutuskan final lomba diulang dan menggunakan juri independen dari unsur akademisi serta dinas pendidikan.
“Sampai Jumpa di 2027” Jadi Sorotan
Di tengah keputusan untuk tidak mengikuti final ulang, pernyataan penutup dari SMAN 1 Pontianak justru menjadi perhatian besar publik.
Kalimat “Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027” dianggap sebagai sinyal bahwa sekolah tersebut belum menyerah dan akan kembali bertanding di ajang berikutnya.
Banyak warganet menilai kalimat tersebut menunjukkan sikap elegan sekaligus optimistis setelah polemik panjang yang terjadi.
Tidak sedikit pula yang memberikan dukungan kepada Josepha Alexandra alias Ocha dan tim SMAN 1 Pontianak agar kembali tampil lebih kuat di tahun mendatang.
Tegaskan Hanya Ingin Klarifikasi
Dalam pernyataan resminya, pihak sekolah juga kembali menegaskan bahwa sejak awal mereka tidak pernah berniat membatalkan hasil lomba.
Menurut Indang, langkah protes yang dilakukan peserta hanya bertujuan mendapatkan kejelasan terkait proses penilaian.
“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” ujarnya.
Pihak sekolah juga meminta semua pihak menjaga iklim pendidikan tetap kondusif dan tidak memperpanjang kegaduhan yang terjadi.
Publik Tunggu Kiprah SMAN 1 Pontianak di 2027
Keputusan SMAN 1 Pontianak untuk mundur dari final ulang namun memastikan comeback di 2027 kini menjadi perbincangan luas.
Publik pun mulai menantikan kiprah sekolah tersebut di ajang LCC 4 Pilar mendatang, terutama setelah nama mereka menjadi perhatian nasional akibat polemik penjurian yang viral.
Dengan dukungan besar dari masyarakat dan alumni, SMAN 1 Pontianak diprediksi tetap menjadi salah satu sekolah yang paling disorot pada gelaran LCC 4 Pilar tahun berikutnya. (nsp)