- Antara
Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik keras terkait carut-marutnya penataan ruang di kawasan Batutulis, Kota Bogor.
Menurutnya, bencana longsor yang kerap melanda wilayah tersebut merupakan dampak nyata dari pembangunan yang mengabaikan aspek ekologis dan sejarah.
Saat mengunjungi Situs Batutulis pada Kamis (14/5), KDM menyoroti bagaimana wilayah yang seharusnya menjadi paru-paru kota justru dipaksakan menjadi jalur transportasi.
“Seharusnya di sini tuh daerah yang hijau, dibuat jadi jalan. Kan aneh, Jalan Batutulis longsor,” ujar Dedi Mulyadi menyayangkan kondisi tersebut.
Bagi Dedi Mulyadi, kawasan Batutulis memiliki nilai historis yang tinggi sebagai pusat Kerajaan Pajajaran di masa lalu.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mempertahankan area tersebut sebagai kawasan hijau sekaligus zona ekologis, bukan sekadar infrastruktur beton.
“Ketika ini misalnya dulu pusat Pajajarannya di sini, ya dimungkinkan dong nanti taman Batutulis yang hijau pohon, kenapa saja jadi longsor? Karena salah dalam penerapan tata ruangnya,” tambahnya.
Meski mengkritik pola pembangunan lama, Dedi membawa kabar segar bagi pengguna jalan.
Ia memastikan bahwa proyek perbaikan Jalan Batutulis akan segera dimulai. Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahapan lelang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat.
“Sudah kan, lagi proses lelang, sebentar lagi dikerjakan. PU itu. Tapi alokasinya sudah ada dan saya sudah dengar sudah dalam proses lelang, mungkin sebentar lagi. Aman itu,” tegas Dedi.
Ke depan, pria yang akrab disapa KDM ini berkomitmen untuk merombak standar pembangunan di Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur, baik itu jalan, jembatan, maupun irigasi, harus selaras dengan karakteristik alam dan nilai sejarah lokasi setempat.
“Nanti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, membuat bangunan-bangunan tuh harus lihat landscape-nya dan harus lihat tata letaknya,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada perbaikan jalan yang rusak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan rencana besar untuk menata kawasan heritage di Bogor.
Rencananya, kawasan bersejarah ini akan dikembangkan mulai dari Batutulis hingga menyambung ke area Suryakencana, guna memperkuat daya tarik budaya dan sejarah di Kota Hujan. (ant/dpi)