- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID/ Instagram @s_tjo
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Sampai Ikut Tanggapi Soal Huru-hara LCC MPR RI, Berikan Hal Ini untuk Josepha Alexandra
"Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf, jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri," kata Ahmad Muzani dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta klarifikasi terhadap dua dewan juri yang terlibat dan menetapkan akan menggelar ulang final LCC 4 Pilar MPR RI itu.
"Sudah kita panggil, sudah kita tegur (dewan juri-red). Lomba Cerdas Cermat ditingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah juga mengakui jika dewan juri sudah memenuhi panggilan pihaknya.
Menurutnya kedua dewan juri diberikan sanksi oleh lembaga MPR RI terkait polemik yang muncul di publik.
"Jadi sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat di tahun 2026 ini ya. Jadi itu sudah disampaikan, itu sanksinya diberikan," beber Siti.
Siti menyebut bahwa kedua dewan juri telah menjelaskan alasannya menganulir jawaban siswa SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas.
"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," ungkapnya.
Dugaan Status WA Dewan Juri
Setelah peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial, netizen pun banyak mengulik soal sosok dewan juri dan MC acara tersebut.
Dugaan status WhatsApp milik Indri Wahyuni pun turut tersebar luas di media sosial.
Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI itu seolah menantang warganet untuk membongkar LHKPN miliknya.
Dalam status bernama kontak 'Bu Indri MPR ', terlihat ia yang tampak menuliskan pesan dalam bahasa Inggris.
"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ tulis status yang diduga milik Indri Wahyuni, mengutip Instagram @jakartapening,