news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Josepha Alexandra Roxa Potifera, siswi SMAN 1 Pontianak (tengah) bersama teman-teman dan gurunya menjawab pertanyaan wartawan setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (13/5)..
Sumber :
  • Antara

Ayah Sebut Josepha Sering Tolak Bermain dengan Teman karena Dianggap Buang-buang Waktu, Ungkap Kebiasaan Putrinya yang Bikin Orang Tua Khawatir

Menurutnya, publik tidak sekadar menyaksikan sebuah perlombaan, melainkan melihat keberanian seorang pelajar dalam memperjuangkan rasa keadilan.
Jumat, 15 Mei 2026 - 12:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Andre Kuncoro menunjukkan rasa harunya saat menyambut kepulangan sang putri, Josepha Alexandra atau Ocha, di ruang VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Pelukan hangat diberikan Andre Kuncoro sebagai bentuk kebanggaan atas keberanian putrinya dalam menyampaikan protes kepada juri pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat.

Andre Kuncoro menilai peristiwa yang dialami Josepha Alexandra membawa makna besar, bukan hanya untuk keluarga mereka, tetapi juga bagi masyarakat luas. 

Menurutnya, publik tidak sekadar menyaksikan sebuah perlombaan, melainkan melihat keberanian seorang pelajar dalam memperjuangkan rasa keadilan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang datang dari masyarakat, pejabat daerah, anggota dewan hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada Ocha dan tim SMAN 1 Pontianak.

“Ini berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya,” kata Andre Kuncoro, dikutip Jumat (16/5/2026).

Di mata keluarga, Josepha Alexandra dikenal sebagai pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara. Andre Kuncoro menyebut putrinya lebih senang menghabiskan waktu untuk belajar dibanding berkegiatan di luar rumah.

“Kalau kesehariannya, Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar,” ujarnya.

Andre Kuncoro mengungkapkan Josepha Alexandra kerap belajar hingga larut malam. Bahkan, meski sudah diingatkan untuk beristirahat oleh sang ibu, ia tetap melanjutkan aktivitas belajarnya sampai merasa selesai.

“Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur,” katanya.

Sebagai orang tua, Andre Kuncoro mengaku pernah mencoba mengajak Josepha Alexandra lebih sering bermain bersama teman-temannya. Namun ajakan tersebut kerap ditolak karena dianggap tidak terlalu penting oleh putrinya.

“Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu,” tuturnya.

Selain fokus pada pendidikan, Ocha juga aktif dalam sejumlah kegiatan sosial. Ia disebut rutin membantu anak-anak di kawasan Taman Catur Untan melalui kegiatan mewarnai, melukis, hingga mengajarkan pelajaran tertentu saat hari libur.

“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” ungkap Andre Kuncoro.

Meski bangga, Andre mengaku kebiasaan belajar putrinya yang sangat intens terkadang membuat keluarga khawatir. Namun ia melihat Josepha Alexandra memang menikmati proses belajar sebagai bagian dari hobinya.

“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.

Andre Kuncoro juga menceritakan bahwa sejak kecil Josepha Alexandra pernah bercita-cita menjadi dosen. Kini, menurutnya, putrinya lebih terbuka menjalani berbagai peluang yang datang sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Dulu waktu kecil ingin jadi dosen. Tapi sekarang dia ikut arus saja nanti ke mana. Karena semua bidang itu dia menguasai,” ujarnya.

Terkait tawaran beasiswa yang diterima Ocha, Andre Kuncoro mengatakan keluarga belum mengambil keputusan. Meski begitu, ia memastikan akan mendukung pilihan putrinya, termasuk jika harus mempersiapkan kemampuan bahasa Mandarin.

“Kalau memang Ocha mau, kami dukung. Kemungkinan nanti kursus Mandarin untuk persiapan,” katanya.

Andre berharap pengalaman yang dialami putrinya dapat memberi contoh positif bagi generasi muda agar berani menyampaikan kebenaran dan menjaga nilai keadilan.

“Semoga Ocha bisa menjadi inspirasi bagi Gen Z untuk berani menyuarakan keadilan. Kebenaran tetap harus jadi kebenaran dan keadilan harus tetap dijaga,” ujarnya.

Kepulangan Josepha Alexandradan tim LCC SMAN 1 Pontianak juga disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di VIP Pemprov Bandara Supadio. Penyambutan dilakukan setelah rombongan pelajar tersebut memenuhi undangan pertemuan dengan Wakil Presiden RI di Jakarta.

Turut hadir dalam penyambutan itu Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Pontianak, Windy Prihastari, serta keluarga para siswa.

Dalam kesempatan itu, Harisson memberikan motivasi kepada para pelajar agar tetap memperjuangkan hak mereka dan menjaga rasa keadilan sejak usia muda.

“Saya memberikan semangat kepada mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Jangan sampai ada rasa ketidakadilan itu tertanam pada jiwa para pemuda kita,” tegas Harisson. (nba)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral