- Instagram @kalbaronline/YouTube MPRGOID
Tak Banyak yang Tahu, Ayah Josepha Peserta Cerdas Cermat MPR Ternyata Bukan Sosok Sembarangan, Punya Jabatan Mentereng
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok ayah Josepha Alexandra atau Ocha, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang viral usai memprotes keputusan juri, kini ikut menjadi perhatian publik. Di balik keberanian siswi SMAN 1 Pontianak tersebut menyuarakan keberatan di panggung nasional, ternyata sang ayah memiliki rekam jejak pekerjaan yang cukup mentereng.
Ayah Josepha Alexandra diketahui bernama Andre Kuncoro. Ia disebut aktif di bidang pemberdayaan masyarakat dan pertanian. Dilihat dari laman Facebooknya, Andre Kuncoro tercatat sebagai Staf Ahli Pertanian di Lembaga Gemawan.
Nama Josepha Alexandra sebelumnya ramai dibicarakan setelah dirinya mempertanyakan keputusan juri yang menyatakan jawaban timnya salah. Padahal menurut banyak penonton, jawaban yang disampaikan Ocha sama dengan jawaban peserta lain yang justru dinilai benar oleh dewan juri.
Keberanian Ocha dalam menyampaikan protes membuat banyak masyarakat memberikan simpati. Tidak sedikit yang memuji sikapnya karena dianggap berani membela kebenaran di hadapan publik.
Di tengah ramainya polemik tersebut, latar belakang keluarga Josepha Alexandra pun ikut dikulik warganet. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, Andre Kuncoro pernah menduduki sejumlah posisi penting.
Ia diketahui pernah bekerja dalam program PNPM Mandiri Pedesaan pada 2007. Selain itu, Andre Kuncoro juga pernah menjadi Koordinator TPP Kapuas Hulu dalam program P3MD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi pada 2021.
Tak hanya itu, Andre Kuncoro juga sempat menjalankan tugas sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi sebelum akhirnya aktif sebagai Staf Ahli Pertanian di Lembaga Gemawan.
Andre sendiri ikut angkat bicara terkait viralnya aksi protes Ocha di ajang lomba cerdas cermat MPR itu. Ia mengaku bangga karena Josepha Alexandra berani menyampaikan pendapat demi memperjuangkan keadilan.
“Publik Indonesia tidak hanya dipertontonkan acara lomba, tapi bagaimana seorang anak kecil dengan gagah berani menyuarakan keadilan dan kebenaran,” kata Andre Kuncoro.
Menurutnya, hasil akhir perlombaan bukanlah hal paling utama. Ia menilai proses dan nilai sportivitas jauh lebih penting dibanding sekadar menang atau kalah.
“Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya,” ujarnya.
Andre berharap apa yang dilakukan putrinya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak takut menyampaikan kebenaran.
“Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga,” katanya.
Ia juga mengungkap keseharian Josepha Alexandra yang dikenal pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Menurut Andre, putrinya sangat tekun hingga sering belajar sampai larut malam.
“Ocha itu nggak banyak bicara. Dia lebih senang berada di kamar dengan dunianya sendiri, dengan laptopnya, belajar,” ungkap Andre.
Ia mengatakan sang istri kerap mengingatkan Ocha agar beristirahat karena terlalu fokus belajar hingga tengah malam.
“Kadang tidak kenal waktu sampai tengah malam. Ibunya sering mengingatkan, ‘Dek tidur’. Tapi kalau belum selesai, dia belum mau tidur,” katanya.
Sebagai orang tua, Andre Kuncoro mengaku beberapa kali mencoba mengajak putrinya bermain atau berkumpul bersama teman-temannya. Namun ajakan itu sering ditolak.
“Kita suruh main dengan temannya juga nggak mau. Katanya buang-buang waktu,” ucapnya.
Meski dikenal gemar belajar, Josepha Alexandra ternyata aktif dalam kegiatan sosial. Andre Kuncoro menyebut putrinya rutin ikut membina anak-anak di kawasan Taman Catur Untan.
Di lokasi tersebut, Josepha Alexandra membantu berbagai aktivitas edukatif seperti mengajar, mewarnai, hingga melukis bersama anak-anak kecil.
“Biasanya di Taman Catur itu, membina adik-adik kecil, mewarnai, melukis, lalu mengajarkan pelajaran juga,” katanya.
Andre Kuncoro mengakui dirinya dan keluarga kadang merasa khawatir melihat kebiasaan belajar Josepha yang begitu intens. Namun menurutnya, Ocha memang menikmati aktivitas tersebut.
“Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” ujarnya.
Terkait tawaran beasiswa kuliah ke China yang diterima Josepha Alexandra usai polemik LCC viral, Andre Kuncoro mengatakan pihak keluarga masih belum membicarakannya secara mendalam.
Meski demikian, ia memastikan akan mendukung keputusan apa pun yang nantinya dipilih putrinya.
“Kalau memang Ocha mau, kami dukung. Kemungkinan nanti kursus Mandarin untuk persiapan,” katanya. (nba)