- Antara
Instruksi Langsung Dedi Mulyadi: Masuk 41 Sekolah di Jabar Hanya Melalui Jalur Prestasi
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi segera membuka pendaftaran untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) tahun 2026.
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Maung secara total menghapus kriteria jarak rumah atau zonasi dan menggantinya dengan sistem seleksi berbasis kompetensi penuh.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengumumkan bahwa sosialisasi pendaftaran akan dimulai pada 18 Mei, sedangkan proses pendaftaran resminya dijadwalkan pada 25 hingga 29 Mei 2026.
"Tanggal 18 Mei kami memulai dibukanya sosialisasi secara resmi tentang SPMB yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat yang kami mulai dari tanggal 25 sampai 29 Mei, kami akan membuka SPMB Sekolah Maung," kata Purwanto dalam keterangannya di Bandung, Senin (17/5).
Transformasi ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah yang terpilih sebagai pusat pengembangan bakat siswa-siswa terbaik di Jawa Barat.
Purwanto menegaskan bahwa untuk masuk ke Sekolah Maung, calon siswa hanya bisa mengandalkan prestasi yang mereka miliki.
"Ini nanti tidak menggunakan lagi sistem zonasi. Sekolah Maung ini adalah sekolah yang hanya menggunakan jalur prestasi baik prestasi akademik maupun nonakademik. Jadi mohon maaf nanti di Sekolah Maung ini tidak ada lagi sistem zonasi," kata Purwanto.
Sebanyak 41 sekolah negeri telah ditunjuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjalankan program unggulan ini, yang terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis yang telah ditetapkan oleh pimpinan daerah.
"Sekolah yang telah ditetapkan oleh Pak Gubernur sebanyak 28 SMA negeri di Jawa Barat dan 13 SMK negeri di Jawa Barat," ujarnya.
Mengenai teknis penyaringan, calon siswa akan dinilai dari dua sisi besar. Dari jalur akademik, panitia akan melihat potensi kecerdasan dan bakat istimewa para pendaftar.
Sementara itu, bagi mereka yang unggul di luar mata pelajaran sekolah, pendaftaran bisa dilakukan dengan menunjukkan bukti prestasi nyata.
"Yang nonakademik bisa menggunakan sertifikat-sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni, olahraga, maupun keagamaan dan kepemimpinan," ucap dia.
Dengan kuota mencapai 21.000 kursi, Dinas Pendidikan berharap masyarakat dapat segera mempersiapkan diri sebelum pendaftaran dibuka pekan depan.