- Antara
Kemenhaj Pastikan Kesiapan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia Menjelang Fase Armuzna
Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kesiapan logistik konsumsi bagi jamaah asal Indonesia.
Langkah ini dilakukan guna menjamin kondisi fisik para jamaah tetap bugar saat menjalani rangkaian ibadah yang berat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menekankan bahwa asupan makanan yang tepat merupakan kunci kenyamanan jamaah di tengah padatnya mobilitas selama di Arab Saudi.
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5).
Hingga saat ini, pergerakan jamaah Indonesia ke Tanah Suci masih terus berlangsung. Tercatat 464 kloter yang terdiri dari 179.463 jamaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan.
Di Makkah sendiri, sebanyak 455 kloter dengan total 175.682 jamaah sudah tiba. Sementara itu, untuk gelombang kedua melalui Jeddah, sudah ada 190 kloter dengan 72.904 jamaah yang mendarat, ditambah 12.180 jamaah haji khusus.
Mengingat kompleksitas di lapangan saat puncak haji, Maria menjelaskan bahwa sistem penyediaan makanan harus dilakukan dengan sangat cermat.
“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik,” kata Maria.
Untuk menyiasati mobilitas tinggi tersebut, pemerintah menerapkan skema Ready To Eat atau makanan siap santap.
Skema ini dianggap paling efektif karena cepat didistribusikan, tahan lama, dan terjamin kebersihannya.
Uniknya, menu yang disajikan tetap mempertahankan kekhasan kuliner tanah air.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jamaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.
Selama di Armuzna, setiap jamaah akan mendapatkan 15 porsi makan dari pihak syarikah. Tak hanya itu, Kemenhaj juga menyediakan 6 porsi tambahan untuk periode sebelum dan sesudah Armuzna, yakni pada 7, 8, dan 13 Zulhijah (24, 25, dan 30 Mei 2026).
Proses distribusi makanan siap santap ke hotel-hotel dijadwalkan dimulai pada 23 Mei 2026 atau 6 Zulhijah 1447 H. Pihak kementerian memastikan setiap tahapannya, mulai dari dapur hingga ke tangan jamaah, berada dalam pengawasan ketat.