news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Cak Imin Sebut Pelaku Dugaan Pencabulan di Ponpes Pati dan Garut Dukun Berkedok Kiai

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan pelaku dugaan pencabulan terhadap santri di Pati, Jawa Tengah, adalah dukun berkedok kiai.
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan pelaku dugaan pencabulan terhadap santri di Pati, Jawa Tengah, adalah dukun berkedok kiai.

Hal itu disampaikan dalam acara “Temu Nasional Pondok Pesantren: Gerakan Nasional Anti Kekerasan Pesantren” yang digelar DPP PKB.

Awalnya, Cak Imin menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah berkomitmen untuk membenahi sistem pendidikan pesantren untuk mencegah terjadinya hubungan relasi kuasa.

“Mendengar Pak Presiden berkomitmen pesantren harus dibenahi seluruh infrastrukturnya supaya tidak memungkinkan terjadinya hal-hal hubungan relasi kuasa yang tidak baik,” kata Cak Imin di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026) malam.

Dia lantas menyinggung kasus pelecehan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, serta kasus di Ponpes Nurul Mu'min, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dia menyebut pelaku bukanlah kiai yang sesungguhnya, melainkan dukun berkedok kiai. 

“Tapi saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai,” jelas Cak Imin.

Diketahui, sebanyak 50 santriwati menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Kiai Ashari. Aparat penegak hukum telah menetapkan Ashari sebagai tersangka kasus tersebut. 

Insiden yang sama juga terjadi di Ponpes Nurul Mu'min. Seorang tenaga pendidik berinisal A.N dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pelecehan seksual kepada santri. Hingga saat ini, baru satu santri yang melaporkan kasus itu. 

Terduga pelaku disebut mengajak korban bertemu dengan dalih aktivitas keagamaan. Korban kemudian mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual. (saa/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:18
05:29
01:41
01:38
02:21
02:35

Viral