- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Gebrakan KDM Sikapi Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Buat Sayembara Temukan Aman Yani: Saya Kasih Rp750 Juta
"Pak Aman Yani harus ditemukan hidup atau pun sudah meninggal dunia," ucapnya.
Permintaan Dedi Mulyadi untuk Aman Yani
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyampaikan harapan besarnya kepada Aman Yani. Ia menginginkan pensiunan pegawai perbankan tersebut muncul ke ruang publik.
Ia kembali membicarakan momen saat mengundang Ahmad Khotibul, kuasa hukum Ririn Rifanto yang turut bantu mencairkan dana pensiun milik Aman Yani.
Dalam hasil pertemuan itu, kata KDM, dana pensiun milik Ahmad Yani yang sekitar Rp400 juta sudah dicairkan oleh Ririn Rifanto, terdakwa sekaligus keponakan dari mantan istrinya.
Walai begitu, KDM menemukan fakta baru dari hasil pencairan tersebut. Ia merasa heran dengan tanda tangan dalam surat kuasa diberikan Ririn Rifanto kepada Ahmad Khotibul.
"Dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak walaupun si pemberi kuasa dan yang diberi kuasa tidak bertemu. Kasus ini makanya aneh sekali," jelasnya.
Meski demikian, KDM tidak menyoroti hal itu. Ia hanya meminta Aman Yani yang sudah menghilang sejak 10 tahun lalu untuk segera kembali ke rumah.
Ia pun menawarkan penambahan dana pensiun tersebut sebesar Rp750 juta. Dengan adanya penawaran tersebut, Aman Yani diharapkan bisa pulang ke rumahnya di Indramayu.
"Sekarang begini, bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambah menjadi Rp750 juta deh. Itu saya kasih buat bapak tapi bapak balik ke rumah di Indramayu buat temui istri, anak-anak, dan keluarga walaupun istrinya sudah menjadi mantan," katanya.
Diketahui, kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari kecurigaan teman terdekat Euis (40), istri Budi Awaludin (45). Pasalnya, korban tidak bisa dihubungi sejak seminggu sebelum kejadian.
Hal ini menimbulkan kecurigaan teman terdekatnya. Warga sekitar pun coba menggeledah kediamannya yang terletak di Kelurahan Paoman, Indramayu.
Dari hasil tersebut, warga menemukan satu keluarga Haji Sahroni tewas terkubur dalam satu gundukan di area halaman rumahnya pada awal September 2025.
Tak lama kemudian, polisi meringkus Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan yang kini menjadi terdakwa kasus pembunuhan sadis tersebut.