- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Purbaya Optimistis Ekonomi RI Bisa Tembus 6,5 Persen, Rupiah Diyakini Bakal Menguat Signifikan
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mulai percaya diri memasang target pertumbuhan ekonomi agresif di tengah tekanan global dan gejolak nilai tukar rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan optimistis laju ekonomi Indonesia dapat mendekati 6 persen tahun ini sebelum melonjak ke level 6,5 persen pada 2027.
Keyakinan itu disampaikan Purbaya usai Presiden Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.
Menurut Purbaya, pemerintah telah menyiapkan strategi fiskal, stabilisasi pasar keuangan, hingga dorongan terhadap sektor swasta agar mesin pertumbuhan ekonomi bergerak lebih agresif.
“Sekarang aja, tahun ini aja kita dorong menekati 6 persen, jadi peluangnya besar sekali,” ujar Purbaya usai konferensi pers di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (21/5/2026).
Purbaya mengatakan salah satu kunci utama percepatan ekonomi berada pada kebangkitan sektor swasta yang menurutnya mulai bergerak setelah sebelumnya pertumbuhan lebih banyak ditopang belanja pemerintah.
“Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya udah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” kata dia.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak terhadap target pertumbuhan ekonomi 6,5 persen yang dinilai terlalu tinggi di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah.
Saat ditanya mengenai asumsi nilai tukar rupiah dalam target ekonomi pemerintah, Purbaya menegaskan pemerintah sudah menghitung risiko pasar melalui model ekonomi yang disebutnya cukup matang. Ia juga memastikan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah.
“Kan itu kalau saya diem aja, bertahan di level sekarang, kita kan udah masuk ke bond market, tapi dalam waktu juga ada langkah-langkah pemerintah yang membuat rupiah akan menguat dengan signifikan,” tegasnya.
“Jadi asumsi itu udah kita hitung dengan model ekonometri yang cukup baik lah,” sambung Purbaya.
Menkeu juga terlihat kesal terhadap keraguan publik atas target ekonomi pemerintah. Ia menilai banyak pihak masih meragukan capaian ekonomi meski Indonesia sudah mencatat pertumbuhan tinggi pada kuartal pertama tahun ini.
“Terus, engine-nya dari apa? Kayaknya anda meragukan terus, sekarang 5,6 persen aja lu ragu. Ini dengan mesin swasta yang baru mulai bergerak loh, belum penuh. Saya pikir tahun depan udah bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR menyampaikan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027 sebagai bagian dari roadmap menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029.
“Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6 persen menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” tegas Prabowo.
Target tersebut jauh lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen. Pemerintah meyakini kombinasi penguatan sektor swasta, stabilitas fiskal, dan intervensi pasar keuangan akan menjadi fondasi utama akselerasi ekonomi nasional. (agr)