news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sapi kurban.
Sumber :
  • Istimewa

Barantin: Lalu Lintas Sapi Capai 198.925 Ekor atau Naik 70 Persen Jelang Idul Adha 2026

Baratin menyebut lalu lintas sapi mencapai 198.925 ekor pada Januari-April 2026 atau meningkat 70 persen menjelang Idul Adha 2026.
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:24 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyebut lalu lintas sapi mencapai 198.925 ekor pada Januari-April 2026 atau meningkat 70 persen menjelang Idul Adha 2026.

Lalu lintas ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan pergerakan hewan kurban antarpulau semakin intensif. 

“Tahun ini menurut pemantauan Best Trust, ada sekitar 198.925 ekor sapi lalu untuk kambing ada sekitar 103.216 ekor,” ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/5/2026).

Kadir memaparkan daerah pengeluaran sapi terbesar berasal dari Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur.

Adapun NTT menjadi salah satu daerah pemasok utama sapi kurban ke berbagai wilayah tujuan termasuk DKI Jakarta.

Sementara itu, lalu lintas kambing dan domba mencapai 103.216 ekor atau meningkat 77 persen pada Januari-April 2026.

Lalu lintas ini juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Daerah pengeluaran terbesar untuk kambing dan domba meliputi Jawa Timur, Lampung, NTT, Jambi dan Sumatera Selatan.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Barantin mencatat pemasukan sapi lokal telah mencapai 2.837 ekor sejak awal Januari hingga 21 Mei 2026. 

Menurut dia, tingginya lalu lintas ternak membuat pengawasan karantina perlu diperkuat agar distribusi hewan kurban tetap aman dari risiko penyakit.

Setiap ternak yang masuk, sambungnya, wajib melalui pemeriksaan dokumen, kesehatan hingga pengawasan dan disinfeksi alat angkut ternak selama distribusi untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban.

Tak hanya itu saja, menjelang Idul Adha, Barantin turut melakukan mitigasi risiko terhadap penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks dan brucellosis. (ant/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:24
13:17
09:05
01:10
01:42
01:11

Viral