- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Prabowo Siapkan Paket Ekonomi Baru, Airlangga Ungkap WFH ASN dan Swasta Diperpanjang 2 Bulan
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mulai menyiapkan serangkaian langkah darurat untuk menjaga laju ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang belum mereda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah membahas paket kebijakan ekonomi baru, termasuk keputusan memperpanjang skema work from home (WFH) bagi ASN dan swasta selama dua bulan ke depan.
Langkah tersebut dibahas langsung dalam pertemuan Airlangga dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah menilai situasi global yang masih dibayangi perang dan ketidakpastian internasional berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik.
“Tadi melaporkan ke Bapak Presiden terkait dengan rencana implementasi, tadi dibahas berbagai kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” kata Airlangga.
Selain memperpanjang kebijakan WFH, pemerintah juga tengah memfinalisasi berbagai insentif baru guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.
“Dan selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal II bisa bergerak,” ujarnya.
Pernyataan Airlangga muncul hanya sehari setelah Presiden Prabowo menyampaikan target pertumbuhan ekonomi agresif dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di DPR RI.
Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen sebagai pijakan menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029.
Pemerintah optimistis target tersebut bisa dicapai lewat kombinasi penguatan fiskal, stabilitas pasar keuangan, dan percepatan pergerakan sektor swasta.
“Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6 persen menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” tegas Prabowo sebelumnya.
Di tengah tekanan global akibat perang yang belum selesai, pemerintah kini tampak mulai memainkan dua strategi sekaligus, yakni menjaga stabilitas nasional melalui fleksibilitas kerja dan menyiapkan stimulus ekonomi agar konsumsi serta aktivitas usaha tetap bergerak sepanjang kuartal kedua tahun ini.(agr/raa)