- Tangkapan layar tvOne
Jalur Sempit Rawan Maut, 172 Perlintasan Kereta di Indonesia Bakal Ditutup Permanen
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan sebanyak 172 perlintasan sebidang di jalur kereta api diusulkan untuk ditutup permanen karena dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat.
Penutupan tersebut direkomendasikan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kondisi perlintasan kereta api di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Dudy, sebagian besar perlintasan yang diusulkan ditutup memiliki lebar jalan kurang dari dua meter sehingga dianggap tidak layak dan berbahaya untuk aktivitas kendaraan maupun masyarakat.
“Karena lebar jalan kurang dari 2 meter,” ujar Dudy dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Ribuan Perlintasan Sebidang Masih Jadi Masalah
Dalam pemaparannya, Dudy menyebut saat ini terdapat total 3.674 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri dari:
-
2.771 perlintasan terdaftar atau legal
-
903 perlintasan tidak terdaftar atau ilegal
Dari keseluruhan data itu, sebanyak 1.810 perlintasan diketahui tidak memiliki penjagaan.
Rinciannya:
-
907 perlintasan legal tanpa penjagaan
-
903 perlintasan ilegal tanpa penjagaan
Menurut Dudy, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena perlintasan tanpa penjaga memiliki tingkat risiko kecelakaan yang jauh lebih tinggi.
“Kondisi ini menjadi tantangan serius karena perlintasan yang tidak dijaga memiliki tingkat risiko kecelakaan yang jauh lebih tinggi,” katanya.
Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Jalur Kereta
Selain merekomendasikan penutupan 172 perlintasan, pemerintah juga memprioritaskan peningkatan keselamatan di 1.638 perlintasan sebidang lainnya.
Peningkatan keselamatan tersebut meliputi penyediaan:
-
Petugas penjaga perlintasan
-
Bangunan pos jaga
-
Fasilitas pendukung keselamatan
-
Alat komunikasi operasional
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta api yang masih kerap terjadi, terutama di perlintasan tanpa pengamanan memadai.
Presiden Prabowo Soroti Perlintasan Kereta
Dudy juga mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto turut memberikan perhatian serius terhadap persoalan perlintasan sebidang di Indonesia.
Menurutnya, Presiden meminta adanya percepatan penanganan demi meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta api.
“Presiden menegaskan perlu langkah percepatan penanganan demi keselamatan masyarakat,” ujar Dudy.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keselamatan transportasi kereta api setelah sejumlah kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang dalam beberapa waktu terakhir.