news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi biji kakao.
Sumber :
  • Stefan Kuhn/Pixabay)

Hilirisasi Kakao Indonesia Terus Didorong, BPDP Libatkan UMKM dan Generasi Muda

BPDP terus mendorong hilirisasi kakao Indonesia lewat workshop edukatif bersama UMKM cokelat lokal untuk memperkuat industri hilir perkebunan.
Jumat, 22 Mei 2026 - 06:55 WIB
Reporter:
Editor :

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan BPDP ingin mendorong pengembangan sumber daya manusia sekaligus pemberdayaan UMKM berbasis komoditas perkebunan.

“Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” ujar Helmi.

Menurutnya, penerima program beasiswa tidak hanya berasal dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit.

Selain program pendidikan, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Kami ingin ini bukan sekadar omon-omon. Kami ingin menjadi sesuatu yang nyata. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dan melihat apa yang bisa disupport oleh BPDP untuk pengembangan UMKM,” katanya.

Helmi berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda untuk membangun usaha berbasis kakao, kelapa, maupun sawit.

Kakao Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar

Co-Founder Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, mengatakan bisnis yang dijalankannya lahir dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia.

“Kami benar-benar jatuh cinta dengan cokelat Indonesia dan kakao Indonesia. Awalnya kami fokus membuat produk, lalu berkembang mempelajari kakao dari hulunya,” ujarnya.

Menurut Nugroho, Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun produk cokelat premium selama ini lebih identik dengan negara-negara Eropa.

“Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” katanya.

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada sejarah tanaman Theobroma cacao yang berarti “food of god” atau makanan para dewa. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat.

Selain itu, Nugroho turut memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario. Menurutnya, varietas criollo atau Java Criollo merupakan kakao premium dengan kualitas tinggi dan jumlah yang terbatas.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:29
07:08
00:58
01:40
02:13
02:51

Viral