News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tekanan Uni Eropa Kian Kuat, Industri Sawit Nasional Didorong Percepat Traceability hingga ke Kebun Rakyat

Industri sawit RI hadapi tekanan EUDR. Traceability jadi kunci akses pasar global, petani kecil jadi tantangan utama implementasi sistem.
Selasa, 21 April 2026 - 02:25 WIB
Tekanan Uni Eropa Kian Kuat, Industri Sawit Nasional Didorong Percepat Traceability hingga ke Kebun Rakyat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ketertelusuran atau traceability kini menjadi isu krusial dalam industri kelapa sawit nasional. Bukan sekadar tuntutan administratif, sistem ini menjadi kunci utama untuk menjaga akses pasar global, terutama ke Uni Eropa, sekaligus memperkuat praktik tata kelola berkelanjutan.

Tekanan tersebut muncul seiring diberlakukannya Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EU Deforestation Regulation/EUDR) yang mewajibkan setiap produk berbasis komoditas seperti kelapa sawit dapat dibuktikan bebas dari praktik deforestasi. Tak hanya itu, rantai pasoknya pun harus dapat ditelusuri secara menyeluruh, mulai dari produk akhir di pasar hingga ke lokasi kebun asal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Uni Eropa Jadi Penentu Arah Industri Sawit

Strategic Advisor CECT Sustainability Universitas Trisakti, Windrawan Inantha, menilai posisi Uni Eropa dalam perdagangan global telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya hanya berperan sebagai pasar, kini kawasan tersebut menjadi penentu standar industri.

Menurutnya, tekanan dari Uni Eropa justru lebih dominan dalam mendorong penerapan traceability dibandingkan permintaan dari pasar domestik. Selama ini, konsumen dalam negeri belum menuntut transparansi asal-usul bahan baku minyak sawit secara detail.

Traceability sawit saat ini lebih banyak didorong oleh tuntutan pasar global, bukan dari kebutuhan konsumen domestik,” ujar Windrawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia, terutama dalam menyesuaikan standar global yang semakin ketat.

Petani Kecil Jadi Titik Paling Rentan

Salah satu hambatan terbesar dalam penerapan traceability adalah struktur industri sawit nasional yang didominasi oleh petani kecil. Tercatat sekitar 42 persen lahan sawit di Indonesia dikelola oleh petani swadaya.

Dalam konteks ini, petani kecil menjadi titik paling rentan dalam rantai pasok. Ada sejumlah kendala utama yang menghambat implementasi sistem ketertelusuran di tingkat akar rumput, antara lain:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Legalitas lahan yang belum jelas

  • Kapasitas teknis yang terbatas

  • Insentif ekonomi yang belum menarik

  • Biaya sertifikasi dan pengorganisasian yang tinggi

  • Keterbatasan sumber daya manusia pendamping

Sistem traceability sendiri menuntut akurasi data tinggi, termasuk penggunaan geolokasi, pencatatan administratif, serta integrasi digital. Hal ini dinilai lebih mudah diterapkan oleh perusahaan besar dibandingkan petani kecil yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan pengetahuan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Legislator PDIP Ungkap Banyak Anggota DPR Takut Menyampaikan Pendapat

Legislator PDIP Ungkap Banyak Anggota DPR Takut Menyampaikan Pendapat

Deddy mengatakan partai politik yang berada di dalam pemerintahan merasa takut untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Sebab, mereka mendapat kursi jabatan di kabinet.
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan serta monitoring dan evaluasi yang terpadu dan berbasis data perlu dilakukan di daerah.
John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan kekuatan untuk Piala AFF 2026. Selain Luke Vickery dan Mitchell Baker, ada 3 nama yang bisa jadi kejutan.
Punya Properti Warisan atau Baru Dibeli? Segera Perbarui Data PBB-P2

Punya Properti Warisan atau Baru Dibeli? Segera Perbarui Data PBB-P2

Bapenda DKI Jakarta menegaskan bahwa data kepemilikan yang sesuai akan membantu wajib pajak memastikan kewajiban PBB-P2 tercatat atas nama pihak yang tepat.
Kabar Gembira KDM Janjikan Modal Rp10 Juta hingga Pekerjaan Baru Bagi Pedagang Korban Penertiban Puncak Pass Cipanas

Kabar Gembira KDM Janjikan Modal Rp10 Juta hingga Pekerjaan Baru Bagi Pedagang Korban Penertiban Puncak Pass Cipanas

KDM nilai bantuan modal yang diberikan sebesar Rp10 juta sudah sangat memadai untuk merintis bisnis baru dari nol, asalkan dikelola dengan manajemen yang tepat.
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Puncaki Grup C usai Hancurkan Haiti 3-0, Peluang Lolos ke 32 Besar Kian Terbuka

Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Puncaki Grup C usai Hancurkan Haiti 3-0, Peluang Lolos ke 32 Besar Kian Terbuka

Brasil menunjukkan kelasnya saat menghadapi Haiti pada laga Grup C Piala Dunia 2026, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Tim Samba menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Trending

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Pemerintah Indonesia secara serius membidik posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN yang direncanakan pada September hingga Oktober 2026. 
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Striker VVV-Venlo, Dean Zandbergen, kembali memberikan update terbaru terkait peluangnya untuk membela Timnas Indonesia. Akui belum ada perkembangan berarti.
Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan target ambisius untuk melindungi 10 juta pekerja informal dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Survei Sebut Jokowi Dongkrak Citra Positif, PSI Perlu Konvensi Jadi Program Kerja

Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) secara terang-terangan memberikan dukungannya kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 21 Juni 2026 diprediksi menjadi salah satu momentum paling panas dalam pergerakan energi keuangan bagi beberapa zodiak. Ini zodiak yang bercuan deras.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Vs Australia

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Vs Australia

Pertandingan Amerika Serikat vs Australia dapat disaksikan pada Sabtu (20/6/2026). Berikut link live streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia.
Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala upaya yang bertujuan memajukan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk dalam hal naturalisasi pemain keturunan. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT