- Istimewa
Pertamina Dorong Perempuan Tembus Industri Energi, Kini Banyak Duduki Posisi Strategis
Ia menyebut seluruh aktivitas dapat berjalan seimbang apabila dipersiapkan dengan baik sejak awal.
“Kalau saya percaya waktunya tetap 24 jam, jadi semuanya soal time management. Persiapan harus senantiasa dilakukan lebih awal supaya semua kegiatan termonitor dengan baik dan tidak terlalu hectic,” ujarnya.
Inge juga melihat minat perempuan terhadap bidang STEM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Ia mencontohkan jumlah mahasiswi di jurusan teknik dan sains saat ini semakin banyak dibandingkan saat dirinya masih kuliah dahulu.
Pertamina Pastikan Kesempatan dan Benefit Setara
Menurut Inge, perempuan kini memiliki peluang yang sama untuk bekerja di berbagai profesi di sektor energi, termasuk sebagai field engineer yang sebelumnya identik dengan laki-laki.
Ia memastikan tidak ada perbedaan kesempatan antara pekerja laki-laki dan perempuan di lingkungan Pertamina.
“Menjadi field engineer sekarang tidak harus laki-laki, perempuan juga punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan kesempatan, baik gaji, benefit itu semuanya sama, selama memang kita mempunyai kemampuan yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina terus memperkuat kesetaraan gender melalui penerapan kebijakan Diversity, Equity, & Inclusion (DEI).
Kebijakan tersebut juga diperkuat melalui penerapan Respectful Workplace guna mencegah diskriminasi di lingkungan kerja.
“Kebijakan ini membuka ruang yang sebesar-besarnya kepada seluruh pekerja Pertamina tanpa melihat gendernya, namun pada kompetensi dan kapabilitasnya. Semuanya bekerja sama untuk mendukung tugas Pertamina menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron.
Pertamina Punya Komunitas Khusus Pekerja Perempuan
Selain itu, Pertamina juga membuka ruang pengembangan diri bagi pekerja perempuan melalui komunitas Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Independen (PERTIWI).
Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah untuk mendorong kesetaraan sekaligus mempersiapkan kader pemimpin perempuan di lingkungan Pertamina.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung pengembangan karier perempuan di industri energi nasional. (nsp)