- dok.Setwapres
Gibran Soroti Indonesia Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Proyek di Rote Timur Didorong Segera Beroperasi
“Kita ingin ini segera bisa fungsional ya Pak ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat,” tuturnya.
Gibran juga menyoroti pentingnya efek ganda atau multiplier effect dari pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Menurutnya, keberadaan kawasan industri garam tidak boleh hanya menjadi proyek pembangunan di atas kertas, tetapi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.
“Dan yang paling penting multiplier effect dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” kata Gibran.
Kebutuhan Garam Nasional Jadi Tantangan
Kebutuhan garam nasional yang mencapai 5 juta ton per tahun selama ini masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi maupun industri.
Karena itu, pengembangan kawasan industri garam seperti K-SIGN di Rote Timur dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kapasitas produksi nasional.
Kunjungan Gibran ke kawasan tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan sektor industri garam nasional.
Selain meninjau kesiapan kawasan, pemerintah juga ingin memastikan proyek berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Timur diharapkan mampu menjadi salah satu pusat produksi garam yang mendukung target swasembada garam nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (saa/nsp)