- Instagram/@s_tjo
Demi Pembangunan Merata, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bertemu dengan AHY Buat Kawal Konektivitas Trans Kie Raha
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos kembali bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sherly Tjoanda menemui AHY di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Jumat (22/5/2026).
Sherly Tjoanda menjelaskan terkait kedatangannya. Hal ini tak lepas untuk melakukan koordinasi dengan AHY mengenai rencana proyek strategis Jalan Trans Kie Raha.
Sherly Tjoanda mengungkap keinginannya. Trans Kie Raha diharapkan sebagai salah satu bagian jalan yang membantu konektivitas di Malut.
"Kami kembali berkoordinasi dengan Bapak Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk mengawal rencana konektivitas Trans Kie Raha," tulis Sherly dalam keterangan melalui Instagram pribadinya dikutip, Sabtu (23/5/2026).
Harapan Sherly Tjoanda soal Hasil Koordinasi dengan AHY
- Instagram/@s_tjo
Sherly menjelaskan, pertemuan ini menjadi salah satu harapan bagi masyarakatnya. Gubernur Malut itu menilai Trans Kie Raha merupakan bagian dari kekuatan besar mendukung pembangunan.
Belakangan ini, wanita berusia 43 tahun itu berbicara tentang konektivitas. Hal tersebut tak lepas dari ketidakselarasan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Malut.
Sherly memahami pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahannya paling tertinggi di Indonesia. Kendati demikian, hal itu belum dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat di Malut.
Ia pun menekankan pentingnya pembangunan konektivitas jalan dan jembatan. Hingga kini, aspek-aspek tersebut masih belum merata yang membuat perputaran ekonomi sulit dirasakan oleh masyarakat yang terisolasi atau dipelosok.
Maka dari itu, pembangunan konektivitas bertujuan untuk menciptakan pemerataan. Hal ini akan memudahkan masyarakat Malut untuk menjalani aktivitasnya.
"Yang diharapkan menjadi salah satu kekuatan besar dalam mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas wilayah di Maluku Utara," katanya.
Menurutnya, ada banyak peluang menerapkan program untuk membangun Malut. Namun, hal itu tidak berjalan mulus apabila tak ada perkembangan pada pergerakannya.
Sebelumnya, Sherly Tjoanda juga pernah menemui AHY. Tujuannya untuk mendapat dukungan serta pendanaan dari pemerintah pusat mengenai proyek strategis Jalan Trans Kie Raha.
Langkah ini krusial. Proyek pembangunan infrastruktur tersebut menjadi penghubung dan mempercepat akses darat dari Kota Sofifi, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Halmahera Timur.
Kehadiran jalan strategis ini dapat memangkas waktu tempuh dari Sofifi ke Bandara Kobe, Halteng. Trans Kie Raha juga menjadi jalur alternatif memudahkan perputaran roda perekonomian.
"Bagi kami, membangun Maluku Utara bukan hanya tentang membuka peluang, tetapi memastikan setiap peluang dikawal dan dieksekusi sampai memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tukasnya.
(hap)