news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tukang Bubur Naik Haji Tak Hanya Ada di Serial Televisi, Di Dunia Nyata Ada Kisah Nenek 105 Tahun asal Kediri.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Tukang Bubur Naik Haji Tak Hanya Ada di Serial Televisi, Di Dunia Nyata Ada Kisah Nenek 105 Tahun asal Kediri

Tukang bubur naik haji tidak hanya ada di serial televisi. Namun, di dunia nyata, ada kisah seorang nenek berusia 105 tahun, bernama Marsiyah Salim yang akrab
Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tukang bubur naik haji tidak hanya ada di serial televisi yang menjadi tontonan warga Indonesia. Namun, di dunia nyata, ada kisah seorang nenek berusia 105 tahun, bernama Marsiyah Salim yang akrab disapa Mbah Marsiyah.

Perjuangannya untuk menunaikan ibadah haji 1447 H/2026 M menjadi kisah inspiratif, karena dari hasil uang menjual bubur ia bisa berangkat ke tanah suci.

Untuk diketahui, Mbah Marsiyah tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 112 melalui Embarkasi Surabaya. 

Mbah Marsiyah telah menginjakkan kakinya dengan selamat di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (23/5/2026) pagi.

Kehadirannya di tanah suci bukan sekadar catatan statistik keberangkatan, melainkan sebuah bukti nyata bahwa usia senja dan keterbatasan bukanlah penghalang bagi kehendak Tuhan.

Bagi Mbah Marsiyah, perjalanan udara melintasi benua menuju tanah suci adalah pengalaman pertama dalam hidupnya. Sang nenek yang mengaku tidak pernah bepergian jauh ini justru merasa sangat nyaman dan menikmati penerbangan panjangnya.

"Rasanya ayem (damai), berangkat sampai pulang sehat. Gimana rasanya naik pesawat? Ya enak, orang tidak pernah keluar. Setiap pagi minum susu, anginnya di pesawat juga dingin," tuturnya dengan kepolosan yang mengundang haru.

Di balik kebugaran dan ketenangannya, tersimpan cerita perjuangan panjang yang menyentuh hati. Biaya keberangkatannya ke tanah suci berawal dari sebuah kaleng bekas yang disimpannya rapat-rapat di dalam lemari kayu.

Bertahun-tahun lamanya, lembaran uang kertas bernominal Rp2.000 hingga Rp5.000 ia kumpulkan sedikit demi sedikit ke dalam kaleng tersebut.

Uang itu adalah peluh dari ketekunannya berjualan bubur di depan rumahnya, tepat di bawah rindangnya pohon sawo. Mbah Marsiyah tak pernah pergi berjualan hingga ke pasar. Ia setia menanti pembeli di teras rumahnya yang sederhana.

"Saya jualan bubur, menabung sedikit-sedikit, masukkan ke kaleng. Kalau sudah terkumpul saya hitung. Nanti kalau ada kekurangan, anak saya yang menambahi," ujarnya.

Berkat ketekunan dan doa yang tak putus, ia berhasil mendaftar haji pada tahun 2021. Mengingat usianya yang sudah sangat sepuh, ia pun mendapatkan program percepatan keberangkatan lansia dari pemerintah.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral