- Wonderful Images Kemenparekraf
Candi Borobudur Tetap Dibuka untuk Wisatawan saat Waisak 31 Mei 2026, Catat Jam Operasionalnya
Magelang, tvOnenews.com - Taman wisata Candi Borobudur tetap buka untuk wisatawan pada hari pelaksanaan upacara Waisak pada 31 Mei 2026.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Gistang Richard Panutur di Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (24/5/2026).
Namun, Richard menyampaikan operasional kunjungan wisata Candi Borobudur dibuka hingga pukul 14.00 WIB saja.
"Setelah waktu tersebut, pengunjung akan diarahkan meninggalkan area untuk persiapan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak," katanya.
- Anis Efizudin-Antara
Pembatasan akses dilakukan demi mendukung kelancaran prosesi keagamaan Waisak. Pengunjung nantinya hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak dapat naik hingga ke struktur utama candi.
"Secara operasional kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang kami akan mulai menganjurkan para pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami mempersiapkan rangkaian Waisak. Untuk naik ke atas candi juga tidak bisa pada hari tersebut, hanya sampai pelataran saja," katanya.
Sementara, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati menyampaikan tahun ini jumlah lentera perdamaian yang diterbangkan mencapai 2.570 buah.
Jumlah tersebut bertambah satu dibandingkan tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.
"Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian," katanya.
Ia menuturkan, pertunjukan drone juga akan menjadi daya tarik utama dalam perayaan Waisak tahun ini.
Sebanyak 570 drone akan diterbangkan menghiasi langit malam kawasan Borobudur, meningkat dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 450 drone.
"Kalau tahun kemarin baru 450 drone, sekarang menjadi 570, mengambil tiga digit terakhir tahun Buddhis," katanya.
Menurut dia, perayaan Waisak di Borobudur setiap tahunnya menjadi magnet wisata religi dan budaya yang menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. (ant)