news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu Sugiono.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Pulang ke Tanah Air, Menlu Sugiono: Selamat Berkumpul dengan Keluarga

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyebut, kesembilan relawan yang tergabung dalam organisasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026) pukul 15.30 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat ditahan militer Israel usai kapal mereka dicegat di perairan internasional Mediterania Timur.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyebut, kesembilan relawan yang tergabung dalam organisasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) tiba di Indonesia pada Minggu (24/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Kepulangan mereka menutup rangkaian operasi diplomatik intensif yang dilakukan pemerintah sejak kapal kemanusiaan itu diintersepsi Israel pada 18 Mei 2026.

Kapal yang membawa para relawan diketahui dicegat di sekitar perairan Siprus sebelum seluruh peserta ditahan di Kota Ashdod, Israel.

“Setelah serangkaian langkah diplomatik dan kekonsuleran yang dilakukan secara intensif oleh Pemerintah RI bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk GSF dan GPCI, kesembilan WNI berhasil dibebaskan pada 21 Mei 2026,” ujar Sugiono, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Usai dibebaskan, para relawan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki, sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia.

Sugiono langsung menyambut kepulangan para WNI tersebut setibanya di Tanah Air. Dalam sambutannya, Sugiono menegaskan negara hadir penuh dalam proses penyelamatan warga negara Indonesia yang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah konflik.

“Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Tanah Air dan selamat berkumpul bersama keluarga,” ujar Menlu Sugiono.

Sugiono mengatakan keberhasilan pembebasan para relawan merupakan hasil koordinasi diplomatik berlapis yang dijalankan pemerintah Indonesia melalui sejumlah perwakilan RI di kawasan strategis.

“Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara berlapis. Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI terus mengoptimalkan jalur diplomasi dengan menggerakkan lima perwakilan RI di kawasan strategis, yaitu KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma,” ujar Menlu.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki yang disebut berperan aktif membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan.

Di balik keberhasilan pemulangan itu, pemerintah melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang mencegat kapal sipil di perairan internasional dan menahan relawan kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecaman kerasnya atas tindakan pencegatan kapal di perairan internasional serta perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan oleh militer Israel.

Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apapun. (agr)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral