news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pengakuan Mengerikan Relawan GSF yang Ditahan Israel: Teman Saya Ditembak.
Sumber :
  • tvOnenews - Abdul Gani Siregar

Pengakuan Mengerikan Relawan GSF yang Ditahan Israel: Teman Saya Ditembak

Pengakuan mengerikan dilontarkan relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 Andre Prasetyo Nugroho saat dirinya dan teman-temannya ditahan Israel.
Minggu, 24 Mei 2026 - 19:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pengakuan mengerikan dilontarkan relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 Andre Prasetyo Nugroho saat dirinya dan teman-temannya ditahan Israel.

Bahkan ia ceritakan penyiksaan brutal yang dialaminya saat ditahan otoritas Israel usai kapal yang ditumpanginya dicegat di perairan internasional menuju Gaza.

Andre yang juga jurnalis Tempo ini mengaku mengalami kekerasan fisik sejak hari pertama intersepsi dilakukan militer Israel terhadap kapal Ozgurluk yang membawa para aktivis kemanusiaan internasional.

“Ya, jadi saya ngerasa mulai dari hari Senin, ya itu sudah mulai diintersep dari kapal saya namanya Ozgurluk. Habis itu saya dimasukkan ke dalam kapal penjara, kapal penjara besar, kapal milik IDF (tentara Israel), tentara Zionis,” kata Andre di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Andre mengatakan, bukan hanya dirinya yang mengalami kekerasan selama masa penahanan. Ia menyebut para relawan dari berbagai negara juga mendapat perlakuan keras dari tentara Israel.

“Terus habis itu saya mengalami banyak penyiksaan, gak cuma saya. Ini salah satu (menunjukkan luka/kondisi tubuh). Ini adalah salah satu penyiksaan yang dilakukan oleh IDF menggunakan kabel ties dan borgol dipaksa di tangan saya,” ujarnya.

Ia juga mengungkap para relawan asal Eropa bahkan ditembak menggunakan peluru karet serta alat kejut suara yang diarahkan ke telinga untuk membangunkan tahanan setiap pagi.

“Lalu, teman-teman saya dari Eropa ditembak dengan peluru karet dan saya gak tahu apa namanya ya, untuk yang menembak di telinga itu, tuli dadakan itu kalau ditembak itu, untuk membangunkan kami setiap pagi,” ungkap Andre.

Selama ditahan, Andre mengaku memilih melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas perlakuan yang diterimanya di kapal penjara milik Israel tersebut.

“Untuk makan, saya melakukan hunger strike (mogok makan) selama tiga hari. Tapi terakhir sebelum saya dilepaskan ke Ashkelon, saya makan sedikit demi sedikit,” katanya.

Meski mengalami penyiksaan, Andre menegaskan penderitaan yang ia alami masih jauh lebih kecil dibanding kondisi warga Palestina yang setiap hari hidup di tengah konflik dan blokade.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral