- (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Tembok Rel Dijebol Diduga Jadi Jalur Tawuran di Klender, Satpol PP Temukan Lubang Besar Dekat Lokasi Bentrokan
Barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain:
-
Delapan anak panah
-
Enam selongsong petasan roket
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa tawuran diduga telah dipersiapkan dengan membawa sejumlah benda berbahaya.
Dua Lubang Besar di Tembok Rel Jadi Perhatian
Sementara itu, Lurah Cipinang Muara Komarudin mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap keberadaan dua lubang besar pada tembok pembatas rel kereta api di sekitar lokasi tawuran.
Menurut dia, lubang tersebut diduga sengaja dijebol dan dimanfaatkan sebagai akses keluar masuk pelaku tawuran dari dua wilayah yang dipisahkan jalur rel kereta api.
“Ditemukan dua lubang besar di tembok pembatas rel. Diduga itu sengaja dijebol untuk akses keluar masuk pelaku,” ungkap Komarudin.
Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu keamanan lingkungan apabila tidak segera ditangani. Selain menjadi jalur akses tawuran, lubang pada pembatas rel juga dianggap membahayakan warga di sekitar jalur kereta api.
PPSU Dikerahkan Bersihkan Sisa Tawuran
Pasca bentrokan, pihak kelurahan langsung mengerahkan lima petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk membersihkan area lokasi kejadian.
Petugas membersihkan batu-batu, puing petasan, serta sisa material lain yang berserakan di jalan usai tawuran.
Meski skala pembersihan tidak terlalu besar, langkah tersebut dilakukan agar akses jalan kembali aman dilalui masyarakat dan tidak mengganggu aktivitas pagi warga sekitar.
Aparat Masih Siaga Antisipasi Tawuran Susulan
Hingga sekitar pukul 08.20 WIB, aparat gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi bentrokan untuk mengantisipasi kemungkinan tawuran susulan.
Personel Brimob, Satpol PP, dan kepolisian setempat juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan yang berpotensi memicu bentrokan kembali.
Pengawasan diperketat mengingat kawasan perbatasan Klender dan Cipinang sebelumnya juga kerap menjadi titik rawan konflik antarkelompok warga.
Keberadaan lubang di tembok pembatas rel kini menjadi perhatian utama pemerintah setempat karena dinilai mempermudah mobilitas pelaku tawuran antarwilayah. (ant/nsp)