news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS..
Sumber :
  • Antara

Mata Uang Rupiah Terus Tergerus Dollar AS, Ekonom Ingatkan Hal Ini

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus menyita pandangan luas dari publik.
Selasa, 26 Mei 2026 - 03:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus menyita pandangan luas dari publik.

Ekonom senior dari Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni menilai tekanan dollar AS dinilai adanya kerentanan struktural dalam fundamental ekonomi nasional yang perlu segera dibenahi.

Menurutnya penguatan fundamental ekonomi menjadi langkah utama untuk menciptakan rupiah yang lebih stabil dan kuat dalam jangka panjang.

Ekonom senior dari Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni
Sumber :
  • Istimewa

“Pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level historis terhadap dollar AS perlu dibaca bukan semata-mata sebagai persoalan teknis pasar valuta asing, melainkan sebagai sinyal perlunya penguatan fundamental ekonomi nasional secara lebih serius dan menyeluruh,” kata Farouk, Jakarta, Senin (25/5/2026)

Farouk memaparkan pelemahan rupiah tidak sepenuhnya dipicu oleh fenomena penguatan mata uanga dollar AS di global melainkan juga mencerminkan lemahnya daya tahan ekonomi domestik Indonesia.

Ia menegaskan stabilitas rupiah tidak cukup dijaga melalui intervensi pasar valuta asing maupun kebijakan kenaikan suku bunga semata. 

Langkah moneter dinilai hanya efektif untuk menjaga stabilitas jangka pendek, sementara penguatan rupiah dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh kekuatan sektor riil dan produktivitas nasional.

“Dalam jangka menengah dan panjang, kekuatan rupiah sangat bergantung pada kekuatan sektor riil, produktivitas nasional, dan daya tahan ekonomi domestik,” katanya.

Farouk juga menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat khususnya kelompok kelas menengah dan aspiring middle class yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi domestik serta penerimaan pajak negara.

Ia menekankan melemahnya kelompok kelas menengah akan berdampak langsung terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional dan pada akhirnya turut menekan ketahanan rupiah.

“Sistem perpajakan yang terlalu menekan daya beli berpotensi memperlemah konsumsi domestik dan mempersempit pertumbuhan kelas menengah,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya deregulasi dan debirokratisasi untuk memperkuat iklim usaha nasional.

Pemerintah dinilai perlu mempercepat penguatan ekspor, meningkatkan devisa sektor pariwisata, serta mendorong industri substitusi impor strategis guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Menurut Farouk, tingginya ketergantungan impor membuat permintaan terhadap dollar AS terus meningkat sehingga rupiah menjadi rentan terhadap tekanan eksternal.

“Stabilitas mata uang pada dasarnya sangat terkait dengan kepercayaan terhadap kapasitas produksi, iklim bisnis yang kondusif, dan daya saing ekonomi suatu negara,” kata dia.

Ia menegaskan penguatan rupiah harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih struktural, mulai dari memperkuat sektor riil, memperbesar kelas menengah, meningkatkan produktivitas nasional, memperluas ekspor dan devisa pariwisata, hingga mengurangi ketergantungan impor strategis.

“Dengan cara itulah rupiah dapat diperkuat dari fondasi ekonomi nasional yang sesungguhnya,” tutur Farouk.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:51
04:08
01:05
05:05
01:41

Viral