- Istimewa
Polisi Sebut Pemilik WO Tipu Pengantin Puluhan Juta di Jaktim Melarikan Diri
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi masih menyelidiki kasus pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) hingga mengalami kerugian hingga puluhan juta di kawasan Jakarta Timur.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo mengatakan, saat ini diketahui bahwa pemilik WO tidak ada di lokasi.
“Berdasarkan temuan memang kantor WO yang dimaksud saat ini sudah tutup dan para pelaku sudah tidak ada di kediamannya,” kata Andaru, kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Sementara itu Andaru mengungkapkan, pihak kepolisiang hingga saat ini masih memburu pelaku.
“Ya, pelaku berdasarkan penyidikan dan temuan dari penyidik saat ini pelaku sudah tidak ada di kantornya. Nah ini masih dalam penyidikan,” terang Andaru.
Kemudian Andaru menerangkan, untuk membuat terang peristiwa ini, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.
“Ya total sementara ini ada enam orang saksi. Berikut penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia gedung apakah penyedia gedung sudah pernah dikontak oleh pelaku yaitu untuk memenuhi pemenuhan unsur pidana dari konstruksi pasal ini ya,” terang Andaru.
Untuk diketahui, Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) menjadi korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) di kawasan Jakarta Timur puluhan juta.
Acara pernikahan mewah yang diimpikan hancur seketika, ketika di hari H pernikahan, dekorasi tidak terpasang, hingga catering tamu hanya berupa kue basah.
Buntut kerugian yang mencapai Rp85,5 juta tersebut, pasangan pengantin baru akhirnya melaporkan pihak penyelenggara pernikahan tersebut ke polisi.
"Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta," kata Feny di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Vendor pernikahan tersebut kemudian diduga kabur menjelang hari pelaksanaan acara, sehingga menyebabkan resepsi pernikahan pasangan itu terancam gagal.
Feny menjelaskan awal mula ia menggunakan jasa WO Marwah tersebut setelah melihat promosi melalui media sosial Instagram.
Saat itu, dia tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan dan kemudian melakukan pembayaran uang muka atau down payment(DP).