Polisi Cek Kantor Wedding Organizer di Cakung, Selidiki Dugaan Penipuan
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur mengecek kantor Wedding Organizer (WO) di Cakung, Jakarta Timur.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan mengatakan pengecekan dilakukan untuk menyelidiki dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh WO.
"Kita mau mengecek terlebih dahulu. Kita mau cek seperti apa di lokasi tersebut terkait dugaan penipuan WO," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Bayu mengatakan laporan terkait kasus dugaan penipuan baru diterima pada Minggu (24/5/2026).
Setelah laporan polisi (LP) dibuat, sambung dia, penyidik langsung bergerak melakukan langkah awal penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
Saat ini, Bayu menyebut penyidik juga merencanakan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi kantor WO tersebut.
Bayu menjelaskan korban mengaku fitting baju pernikahan di kantor WO tersebut. Namun, hal tersebut akan diverifikasi oleh penyidik di lapangan.
"Korban menyampaikan sempat fitting baju di kantor. Itu juga akan kita cek benar atau tidak ada kantor di sana," terangnya.
Adapun dalam kasus tersebut korban menyebut pemilik WO berinisial R sudah tidak dapat dihubungi sejak menjelang hari pernikahan.
Bahkan, korban sempat mencoba menemui pihak WO sebelum acara berlangsung terkait janji pengembalian dana.
Sesuai laporan polisi yang telah dibuat korban, total kerugian dalam kasus dugaan penipuan tersebut mencapai sekitar Rp84 juta.
Meski sempat mengalami kendala, korban tetap melangsungkan acara pernikahan pada 23 Mei 2026 kendati hasilnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan pihak WO.
Sebelum hari H pernikahan, korban mengaku sempat bertemu dengan pihak WO untuk meminta kepastian layanan dan pengembalian dana.
Akan tetapi, setelah itu pihak WO kembali tidak dapat dihubungi.
Karena merasa dirugikan, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur pada 24 Mei 2026 atau sehari setelah pernikahan berlangsung.
"Penyelidikan masih berjalan. Kita akan cek langsung ke lokasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut," pungkasnya. (ant/nsi)
Load more