- Antara
KNPI Riau Tanggapi Soal Sumatera Blackout Dua Hari, Harap Kejadian Tak Terulang Lagi
Jakarta, tvOnenews.com – Ketua KNPI Riau, Nasarudin bereaksi terkait adanya pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera selama dua hari terakhir.
Dia menilai kejadian ini telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor produksi yang bergantung pada listrik stabil.
“Ini bukan persoalan kecil, karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Banyak aktivitas lumpuh, usaha masyarakat terganggu, hasil produksi rusak, bahkan rumah tangga mengalami kerugian besar akibat listrik mati total dalam waktu cukup lama,” kata Nasarudin dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Ia berharap Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan investigasi total di tubuh PLN.
“Negara tidak boleh kalah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik,” ungkapnya.
KNPI Riau juga merasa PLN harus bertanggung jawab memberikan penjelasan kepada masyarakat.
“PLN harus hadir memberikan penjelasan terbuka kepada publik dan bertanggung jawab atas kerugian masyarakat. Ini harus ada bentuk pertanggungjawaban yang jelas,” tambah Nasarudin.
Terakhir, ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta pemerintah pusat memastikan sistem kelistrikan nasional benar-benar aman dan profesional.
Sebelumnya, PLN juga sudah buka suara terkait penyebab blackout yang terjadi Sumatera belakangan ini.
Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, gangguan bermula dari transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat malam, 22 Mei 2026.
Cuaca buruk diduga memicu gangguan jaringan tersebut, sehingga jalur transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera.
Kondisi itu memicu ketidakseimbangan beban, oversupply, dan lonjakan frekuensi serta tegangan yang mengakibatkan sejumlah pembangkit otomatis keluar dari sistem.
“Dalam istilah publik, pembangkitnya otomatis padam,” kata Darmawan di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5/2026).
Gangguan ini berdampak pada Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.
PLN langsung mengerahkan tim untuk mempercepat pemulihan dengan mengaktifkan pembangkit hidro dan gas sejak Jumat malam.
Wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Tengah, hingga Sumatera Utara mulai mendapatkan pasokan listrik bertahap tetapi proses pemulihan penuh masih membutuhkan waktu.