news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Bareskrim Polri Tangkap DPO Narkoba Jaringan Malaysia-Riau, Diduga Terlibat Peredaran 11,4 Kg Sabu.
Sumber :
  • Istimewa

Bareskrim Polri Tangkap DPO Narkoba Jaringan Malaysia-Riau, Diduga Terlibat Peredaran 11,4 Kg Sabu

Bareskrim Polri menangkap DPO narkoba jaringan Malaysia-Riau bernama Muhammad Zaki yang diduga terlibat peredaran sabu 11,4 kilogram.
Rabu, 27 Mei 2026 - 15:33 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap seorang buronan atau daftar pencarian orang (DPO) kasus penyelundupan narkoba jaringan Malaysia-Riau bernama Muhammad Zaki.

Pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah hotel di wilayah Riau setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 11.445 gram atau sekitar 11,4 kilogram.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso mengatakan penangkapan dilakukan pada Minggu, 24 Mei 2026.

“Tim melakukan penangkapan terhadap Muhammad Zaki,” kata Eko kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Ditangkap Saat Bersembunyi di Hotel

Muhammad Zaki diketahui ditangkap saat berada di Hotel City Cumai, Riau. Polisi sebelumnya telah memasukkan nama pelaku dalam daftar pencarian orang terkait kasus penyelundupan sabu melalui jalur perairan Bengkalis, Riau.

Dalam kasus ini, pelaku diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara yang memasok sabu dari Malaysia ke Indonesia.

Menurut Eko, Muhammad Zaki diduga terlibat dalam peredaran gelap narkotika jenis sabu sebanyak 11 bungkus dengan berat bruto mencapai 11.445 gram.

“Muhammad Zaki diketahui berperan sebagai perantara tekong laut sekaligus penyimpan atau gudang dalam jaringan peredaran gelap narkotika tersebut,” ujar Eko.

Diduga Jadi Penghubung Tekong Laut dan Gudang Sabu

Bareskrim mengungkap Muhammad Zaki bukan sekadar kurir biasa. Dari hasil pemeriksaan awal, ia diduga menjadi penghubung utama antara tekong laut dengan lokasi penyimpanan barang haram tersebut.

Polisi menduga jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Ramzi yang saat ini berada di Rumah Tahanan Dumai.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Muhammad Zaki diketahui berperan sebagai perantara antara tekong laut dengan gudang penyimpanan barang yang dikendalikan oleh narapidana atas nama Ramzi yang berada di Rutan Dumai,” tegas Eko.

Peran tersebut membuat Muhammad Zaki diduga menjadi salah satu bagian penting dalam jalur distribusi narkotika jaringan Malaysia-Riau.

Polisi Geledah Lokasi Persembunyian

Usai melakukan penangkapan, polisi juga melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan lokasi tempat persembunyiannya.

Namun dari hasil penggeledahan, aparat tidak menemukan barang bukti narkotika maupun barang terlarang lainnya.

“Namun dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang bukti narkotika maupun barang terlarang lainnya,” kata Eko.

Meski demikian, penyidik memastikan proses pendalaman masih terus dilakukan guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Jaringan Narkoba Lintas Negara Jadi Sorotan

Kasus ini kembali menunjukkan masih aktifnya jaringan penyelundupan narkoba lintas negara melalui jalur laut di wilayah perairan Riau, khususnya Bengkalis dan Dumai yang selama ini kerap menjadi titik masuk narkotika dari Malaysia.

Bareskrim Polri saat ini masih mengembangkan penyidikan untuk memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor lain yang membantu distribusi dan penyimpanan barang haram tersebut.

Polisi juga mendalami dugaan pengendalian jaringan narkoba dari dalam rumah tahanan oleh narapidana Ramzi.

Penangkapan Muhammad Zaki menjadi bagian dari upaya aparat memberantas jalur penyelundupan sabu lintas negara yang masih marak terjadi melalui wilayah perairan Indonesia. (ars/nsp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:38
01:42
05:45
01:05
01:01
05:05

Viral