- Istimewa
Perbatasan Tak Lagi Sekadar Gerbang Negara, Temajuk Disiapkan Jadi KEK Pariwisata Indonesia-Malaysia
Sambas, tvOnenews.com - Kawasan perbatasan selama ini identik sebagai wilayah penjaga kedaulatan negara. Namun kini, perbatasan mulai diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka peluang investasi, perdagangan, hingga pariwisata lintas negara. Pemerintah pun mendorong agar kawasan perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai batas administratif, tetapi juga menjadi pintu kemajuan masyarakat.
Pengembangan kawasan perbatasan dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat konektivitas ekonomi dan sosial antarnegara. Dengan posisi strategis yang langsung berbatasan dengan negara tetangga, wilayah perbatasan dapat menjadi pusat aktivitas baru yang mendukung pertumbuhan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Selain memperkuat pertahanan negara, pembangunan kawasan perbatasan juga dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, mempercepat pertumbuhan sektor wisata, hingga meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, pemerintah terus mempercepat berbagai proyek strategis di kawasan perbatasan, termasuk pembukaan kembali jalur lintas negara yang sebelumnya tidak aktif.
Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian adalah Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kawasan wisata lintas negara berbasis ekonomi khusus.
Potensi wisata alam, kedekatan geografis dengan destinasi unggulan di Malaysia, serta peluang kerja sama ekonomi lintas batas menjadi alasan kuat pemerintah mendorong percepatan pengembangan kawasan tersebut.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama menggelar Forum Koordinasi Percepatan Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano pada Selasa (26/5/2026). Forum tersebut juga membahas peluang Temajuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata.
Forum koordinasi ini mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah guna merumuskan langkah konkret percepatan pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menegaskan bahwa pembukaan kembali perlintasan Temajuk–Telok Melano tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata. Menurutnya, kawasan tersebut harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap jika pintu batas Temajuk–Telok Melano kembali aktif, maka tidak hanya dibuka secara fisik, namun lebih-lebih dapat dimaknai membuka secara ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, dan pariwisata, sehingga ada manfaat nyata yang kita peroleh sesuai karakter unggulan Temajuk,” ujarnya.