- ANTARA
Warga Pati Kembali Bergejolak, Kini Tolak PBJT yang Dinilai Memberatkan Saat Ekonomi Sulit
Polemik PBJT Dinilai Lebih dari Sekadar Soal Ekonomi
Penolakan terhadap PBJT dinilai bukan hanya soal tambahan pungutan atau persoalan ekonomi semata. Polemik ini juga memperlihatkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap kebijakan baru yang dianggap menambah beban hidup.
Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, muncul sentimen bahwa masyarakat diminta terus berhemat dan membayar pajak, sementara elite pemerintahan dinilai belum menunjukkan langkah efisiensi yang nyata.
Selain itu, polemik ini juga dianggap menunjukkan masih lemahnya komunikasi antara Pemkab Pati dan masyarakat. Warga menilai pemerintah belum mampu menjelaskan secara rinci mengenai substansi aturan, dampak kebijakan, serta alasan mendasar penerapan PBJT.
Situasi itu semakin rumit karena terjadi saat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah belum benar-benar membaik pasca polemik pajak sebelumnya.
Jika komunikasi dan sosialisasi tidak berjalan efektif, konflik terkait kebijakan pajak di Pati dikhawatirkan akan terus berulang dan memicu gejolak baru di tengah masyarakat. (nsp)