news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wamenlu RI Arrmanatha: BRICS Tak Bermaksud Lawan AS.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Bayang-Bayang Perang Air Dunia, Wamenlu Tata Bongkar Ancaman Baru Krisis Air Karena AI

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir memperingatkan ancaman perang air dunia akibat lonjakan kebutuhan air dari AI, pusat data, dan industri digital.
Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIB
Reporter:
Editor :

Wamenlu RI Ingatkan Ancaman Perang Air Dunia, AI dan Pusat Data Disebut Sedot Miliaran Liter Air

Indonesia Soroti Ancaman Baru Krisis Air Global

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir atau Tata memperingatkan dunia soal ancaman baru di tengah meningkatnya krisis air global. Menurutnya, ancaman itu kini tidak hanya datang dari perubahan iklim dan kekeringan, tetapi juga dari ledakan industri digital modern.

Dalam pidatonya di forum internasional Dushanbe Water Conference 2026 di Tajikistan, Tata menyebut kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga penambangan mineral kritis kini menjadi sektor yang mengonsumsi air dalam jumlah sangat besar.

Peringatan itu disampaikan dalam forum the 4th High-Level International Conference on the International Decade for Action “Water for Sustainable Development” 2018–2028 atau Dushanbe Water Conference 2026 (DWC2026).

Menurut Tata, dunia saat ini sedang menghadapi ancaman yang belum banyak disadari negara-negara lain.

Industri AI dan Pusat Data Disebut Boros Air

Dalam forum tersebut, Arrmanatha Nasir mengungkap bahwa perkembangan teknologi digital ternyata memiliki dampak besar terhadap kebutuhan air dunia.

Ia mengatakan industri seperti pusat data, infrastruktur AI, dan penambangan mineral kritis kini mengonsumsi miliaran liter air setiap hari.

“Penambangan mineral kritis, infrastruktur AI, pusat data, dan industri digital sekarang mengkonsumsi miliaran liter air setiap hari,” ujar Tata.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan air dari sektor digital terjadi sangat cepat dan terus meningkat dalam waktu singkat.

“Lebih kritis lagi, permintaan ini berlipat ganda setiap beberapa tahun,” lanjutnya.

Tata menilai selama ini ekonomi digital sering dipandang sebagai sektor modern dan bersih. Namun di balik percepatan teknologi tersebut, terdapat konsumsi sumber daya air dalam skala besar yang mulai menjadi ancaman serius.

“Air adalah sumber daya tak terlihat yang menggerakkan ekonomi digital,” katanya.

Wamenlu Sebut Konflik Masa Depan Bisa Dipicu Air

Wamenlu RI juga mengingatkan bahwa kegagalan dunia mengatur tata kelola air dapat memicu konflik global baru di masa depan.

Menurutnya, perang di masa mendatang tidak lagi hanya dipicu perebutan minyak atau wilayah, tetapi bisa terjadi karena krisis air.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:20
02:44
01:15
01:30
01:23
00:58

Viral