news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) & Sosok Aman Yani yang disebut Ririn Rifanto sebagai dalang kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa

Praktisi Hukum Soroti Sayembara Rp750 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Temukan Aman Yani: Ini Langkah Tak Biasa

Praktisi hukum analisa langkah Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) buka sayembara Rp750 juta cari Aman Yani diduga dalang pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Minggu, 31 Mei 2026 - 06:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Praktisi hukum, Agustinus Nahak menyoroti langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Perhatiannya tak lepas terkait sayembara senilai Rp750 juta.

Agustinus Nahak coba menganalisa secara hukum sayembara Rp750 juta dari Dedi Mulyadi. Pasalnya, KDM mengusut misteri keberadaan Aman Yani, sosok diduga pelaku utama kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2025) malam.

"Keputusan Gubernur Jawa Barat mengumumkan sayembara bernilai Rp750 juta, bagi siapa saja yang menemukan keberadaan Aman Yani, sosok yang hingga kini dinyatakan hilang menjadi sorotan luas masyarakat. Menurut saya, langkah ini bukan sekadar upaya pencarian," ujar Agustinus Nahak dilansir tvOnenews.com dari Cumicumi, Minggu (31/5/2026).

Kupas Tujuan Dedi Mulyadi Buka Sayembara Temukan Aman Yani

Praktisi hukum, Agustinus Nahak
Sumber :
  • Antara

Ia pun coba menganalisa tujuan dari Dedi Mulyadi yang berani membuka sayembara ini. Menurutnya, langkah ini membuka ruang diskusi mendalam dari sisi hukum, dampak sosial, serta cara pencarian selain melalui jalur pihak berwenang.

Ia berpendapat langkah ini menunjukkan inisiatif bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) hadir secara serius menyelesaikan kasus pembunuhan sadis menewaskan satu keluarga di Paoman.

Akan tetapi, sayembara yang dibuka tidak serta merta menemukan Aman Yani, namun juga KDM telah memiliki landasan dan pertimbangan secara matang terhadap sistem hukum yang berlaku di Indonesia.

"Pencarian orang hilang itu sejatinya merupakan ranah penegakan hukum. Pelayanan publik dijalankan kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Agustinus mengapresiasi langkah proaktif dari Dedi Mulyadi. Kehadiran pemerintah memberikan dimensi baru yang berlandaskan pada dasar hukum yakni menjalani kewajiban menjamin keamanan dan perlindungan masyarakatnya.

"Upaya mempercepat pencarian sejalan dengan tugas pelayanan publik pemerintah daerah," terangnya.

Apakah Sayembara Rp750 Juta dari KDM Sudah Tepat?

Dedi Mulyadi Ternyata Punya Satu Misi Besar di Balik Pencarian Aman Yani
Sumber :
  • Instagram @dedimulyadi71

Ia menganalisa ketepatan sasaran dari sayembara yang berhadirah ratusan juta. Ia melihat kategori langkah ini bersifat janji yang diberikan oleh KDM.

Agustinus mengacu dari Pasal 1604 KUHPerdata. Menurutnya, sayembara tersebut masih sah secara hukum dengan catatan memenuhi syarat.

"Tujuannya halal dan jelas objeknya serta tidak bertentangan dengan Undang-Undang," jelasnya.

Praktisi hukum itu tidak habis pikir langkah nekat KDM berani banderol hadiah sayembara senilai Rp750 juta. Menurutnya, keberadaan Aman Yani dianggap sangat penting.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa pihak, Aman Yani telah menghilang sejak awal 2016. Sang adik, Titi dan anaknya, Egga menyampaikan hal itu terjadi berawal saat Aman pergi ke Bandung.

Sejak itulah Aman Yani menghilang secara misterius. Hingga pada akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Indramayu resmi menetapkan pensiunan perbankan tersebut hilang sejak 2 Maret 2017.

"Ini bukan langkah yang biasa, ini adalah sangat penting buat pemerintah daerah untuk warganya yang punya masalah hukum. Jadi, implikasinya itu mempertegas bahwa keberadaan Aman Yani sangat penting dan ketidakjelasan nasibnya menjadi perhatian serius di tingkat daerah," paparnya.

"Secara umum apa yang dilakukan KDM ini menurut saya suatu langkah yang baik dan tidak melanggar hukum selama informasi yang didapat itu benar," lanjutnya.

Ia menilai adanya sayembara ini bukan hanya mengacu pada masalah urusan keluarga, tetapi juga keberadaan Aman Yani sudah menjadi kepentingan publik.

KDM selaku Gubernur Jabar tidak membiarkan perkara ini berlarut-larut. Kehadiran Aman Yani diharapkan dapat membuka kotak pandora misteri pembunuhan sekeluarga di Indramayu.

"Apa yang dilakukan KDM itu merupakan langkah dia melindungi warganya, baik (Aman Yani) ditemukan dalam keadaan sehat atau tidak," katanya.

Awal Mula Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp750 Juta

Sebelumnya, Dedi Mulyadi kembali menghadirkan adik Aman Yani, Titi. Tujuannya untuk menemukan fakta baru misteri pelaku utama pembunuhan menimpa keluarga Haji Sahroni.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Jabar ini serius mencari Aman Yani. Menurutnya, sosok tersebut sangat misterius karena terseret dalam kasus pembunuhan sadis di Paoman.

Adapun awal mula Aman Yani terseret kasus ini saat terdakwa Ririn Rifanto menyebut ada empat nama lain sebagai pelaku, di antaranya Aman Yani, Hardi, Joko, dan Yoga.

Pernyataan itu mendorong Dedi Mulyadi mengumpulkan banyak fakta. Ia pun mendesak Aman Yani segera pulang ke rumahnya. Ia pun menawarkan tambahan dana pensiunnya menjadi Rp750 juta.

"Bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin jadi Rp750 juta deh, saya kasih buat bapak asalkan bapak balik. Sekarang balik ke rumah di Indramayu, temui mantan istri, anak-anak, dan keluarga," minta Dedi Mulyadi.

Di kesempatan itu, mantan anggota DPR RI ini juga membuka sayembara. Ia akan memberikan hadiah uang sebesar Rp750 juta bagi pihak yang membawa Aman Yani, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia.

"Kalau ada yangg menemukan Pak Aman Yani, saya kasih juga Rp750 juta, silakan bawa Bapak Aman Yani balik ke Indramayu. Itu pesan saya untuk semua," tukasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral