news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Sebut Ibu-Ibu Zaman Dulu Sibuk Tumbuk Padi, KDM: Sekarang Banyak yang Ingin Eksis di TikTok, Boleh Kreatif atau Live Asalkan Mendidik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan usai pelaksanaan ibadah salat id Idul Adha di Kota Banjar pada Rabu (27/5/2026) lalu.  
Minggu, 31 Mei 2026 - 10:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan sambutan usai pelaksanaan ibadah salat id Idul Adha di Kota Banjar pada Rabu (27/5/2026) lalu.  

Di momen itu, pria yang lebih akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini menyampaikan pidato reflektif tentang banyak hal.

Salah satu yang menjadi sorotannya, yakni fenomena ibu-ibu di pedesaan yang saat ini kecanduan media sosial demi mengejar popularitas instan agar masuk halaman utama (For Your Page/FYP) atau berburu saweran digital. 

Namun, KDM menyoroti cara sebagian ibu-ibu melakukan hal itu. Yang dia temukan dan disayangkan di antaranya adalah perilaku mengumbar ranah domestik dan konflik keluarga ke ruang publik digital demi konten YouTube atau live TikTok.

Menurut dia, ibu-ibu boleh saja kreatif atau FYP asalkan kontennya positif dan mendidik. 

“Ibu-ibu zaman dulu sibuk memasak palawija, menumbuk padi, mencuci dan membersihkan rumah meski kondisinya sederhana. Sekarang banyak yang ingin eksis di video. Boleh membuat konten kreatif atau live di TikTok asalkan isinya mendidik seperti memperlihatkan kegiatan produktif mencuci baju, menyetrika atau menanak nasi seperti di Kampung Adat Ciptagelar. Jangan sampai bertengkar dengan suami atau memarahi anak malah disiarkan secara langsung,” ujarnya. 

Usai menyoroti hal itu, KDM lantas menegaskan visinya untuk membentuk masyarakat Jawa Barat dengan enggunakan metafora satwa, yakni menjadi “Bangsa Maung” (manusia unggul). 

Menurut dia, jika pemimpinnya berkarakter harimau (maung) tapi rakyatnya bermental domba (embe), maka rakyatnya hanya akan menjadi mangsa. 

Sebaliknya, jika rakyatnya kuat tapi pemimpinnya lemah, maka pemerintahan tidak akan bertahan lama.

Di akhir sambutannya, KDM menegaskan keberpihakan pribadinya yang hanya menaruh rasa hormat kepada rakyat kecil yang mau bekerja keras, bukan yang berpura-pura miskin demi mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. (nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral