Dedi Mulyadi Sentil Ibu-ibu yang Suka Live di Media Sosial, Dorong Semangat Konten Edukatif
- Cepi Kurnia/tvOne
Jakarta, tvOnenews.com- Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan peranan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan media sosial (Medsos) disinggung Kang Dedi Mulyadi atau KDM karena, melihat sikap ibu-ibu yang masih salah gunakan.
Pasalny, ia melihat adanya fenomena ibu-ibu di pedesaan yang kini kecanduan medsos demi mengejar popularitas instan agar masuk halaman utama (For Your Page/FYP) atau berburu saweran digital.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM menyindir perilaku mengumbar ranah domestik, dan konflik keluarga ke ruang publik digital demi konten YouTube atau Live TikTok.
“Ibu-ibu zaman dulu sibuk memasak palawija, menumbuk padi, mencuci, dan membersihkan rumah meski kondisinya sederhana. Sekarang, banyak yang ingin eksis di video," katanya, dalam Bapendajabar, Minggu (31/5).
Kendatinya ia menyarankan agar ibu-ibu bisa lebih bijak menggunakan medsos. Dedi mendorong konten edukatif atau wirausaha.
"Boleh membuat konten kreatif atau live di TikTok, asalkan isinya mendidik, seperti memperlihatkan kegiatan produktif mencuci baju, menyetrika, atau menanak nasi seperti di Kampung Adat Ciptagelar. Jangan sampai bertengkar dengan suami atau memarahi anak malah disiarkan secara langsung,” imbuh KDM.
- jabarprov.go.id
Sehubungan dengan KDM, Ia pernah menyampaikan pesan ditengah Idul Adha bagi pemerintah. Keseriusannya dalam memajukan warganya jelas.
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai melalui penyembelihan hewan kurban, tapi juga pengorbanan pemimpin untuk kepentingan masyarakat.
"Semangat kurban bagi pemerintah itu mengorbankan ego pemimpinnya. Jangan menggunakan uang APBD untuk kepentingan pribadi," terangnya.
KDM juga mengatakan dirinya berupaya menerapkan hal itu selama menjabat gubernur.
Baginya, anggaran daerah lebih diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat dibanding fasilitas mewah pejabat.
Oleh karena itulah, KDM mengatakan dirinya tidak mau difasilitasi mobil mewah hingga fasilitas perjalanan dinas berlebihan.
"Kalau pemimpinnya macan, rakyatnya juga harus macan. Tapi kalau pemimpinnya macan, rakyatnya kambing, nanti kambingnya dimakan. Sebaliknya kalau rakyatnya macan, pemimpinnya kambing, tidak akan kuat," ucapnya, Rabu (27/5/2026) di Masjid Al Hikmah, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.(klw)
Load more