- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Akui Rakyat Hanya Jadi Penonton di Negeri Kaya Raya
Namun di balik kekayaan tersebut, Prabowo menilai Indonesia terlalu lama kehilangan kesempatan menikmati nilai tambah dari sumber daya alamnya sendiri.
“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya akan memfokuskan diri pada transformasi ekonomi nasional sebagai agenda utama pembangunan.
“Karena itulah saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat, adalah untuk melakukan transformasi bangsa, utamanya transformasi ekonomi nasional kita,” katanya. (agr/muu)