- Dok. KPI Pusat
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua KPI Ajak Perkuat Ekosistem Penyiaran Nasional untuk Jadi Benteng Pancasila
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat nasional 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/2026/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, para menteri kabinet, serta pimpinan lembaga negara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat peran industri penyiaran dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.
Usai mengikuti upacara, Ubaidillah menegaskan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga penggunaan frekuensi publik agar tetap menghadirkan konten yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
"Pancasila sebagai pemersatu bangsa harus menjadi roh dari setiap produk siaran yang dinikmati masyarakat, dari Sabang sampai Merauke. Di sinilah peran krusial penyiaran, yaitu membumikan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial ke dalam ruang keluarga Indonesia melalui tayangan yang edukatif dan inspiratif," ujar Ubaidillah di Gedung Pancasila, Jakarta.
Menurutnya, upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui siaran kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Perubahan lanskap media akibat disrupsi digital membuat industri penyiaran membutuhkan dukungan nyata untuk menjaga keberlanjutan dan daya saingnya.
Ia menilai penguatan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkarakter tidak dapat dilakukan oleh lembaga penyiaran semata. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menciptakan industri yang kuat dan berkelanjutan.
Pemerintah dan regulator diharapkan menghadirkan kebijakan yang adaptif, memberikan perlindungan bagi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim persaingan yang adil bagi seluruh pelaku media.
Sementara itu, lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, perlu terus menghadirkan program berkualitas yang menjunjung tinggi etika dan kepentingan publik, tanpa hanya berorientasi pada aspek komersial maupun perolehan rating.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong meningkatkan literasi media agar mampu menjadi audiens yang kritis dan selektif dalam memilih tayangan yang sehat dan bermanfaat.
"Kita tidak boleh membiarkan industri penyiaran berjuang sendirian menghadapi badai disrupsi ini. Penguatan ekosistem penyiaran harus didukung semua pihak agar media penyiaran kita tetap kokoh menjadi benteng budaya dan jati diri bangsa," tegasnya.
Menutup keterangannya, Ubaidillah mengajak seluruh insan penyiaran menjadikan Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan siaran yang berkualitas.
"Mari kita bersama-sama menjaga siaran kita agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di seluruh pelosok Indonesia. Dengan ekosistem yang kuat dan siaran yang sehat, kita wujudkan penyiaran nasional yang mampu menjadi pemersatu bangsa sekaligus memberikan pesan perdamaian kepada dunia. Selamat Hari Lahir Pancasila 2026," pungkas Ubaidillah. (rpi)