- istimewa
Fakta-fakta Mencengangkan Ledakan Sisa Bom Perang Dunia II di Biak Papua
Jakarta, tvOnenews.com - Minggu, (31/5) sore hari, publik dikejutkan dengan kabar ledakan di pemukiman padat penduduk, Kawasan Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Pasalnya, ledakan itu menelan korban dan kabarnya, ledakan itu bersumber dari sisa bom Perang Dunia II. Lantas, apa saja fakta-fakta mencengangkan dari insiden tersebut?
Biak, Papua diketahui pernah menjadi lokasi pertempuran saat Perang Dunia II.
Berdasarkan catatan, perang di Teluk Geelvink terjadi antara Angkatan Darat Amerika Serikat dan Angkatan Darat Jepang dari 27 Mei hingga 17 Agustus 1944. Berlangsung.
Sehingga, tidak aneh bila di wilayah Biak masih ada sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II.
Kemudian berdasarkan keterangan polisi, ledakan itu menewaskan lima warga, tiga orang dilaporkan hilang, serta menghancurkan sejumlah rumah di sekitar lokasi. Berikut, fakta-faktanya.
1. Viralnya Video Insiden Ledakan
Insiden itu, terekam CCTV di lokasi bongkar muat container dan mulanya, amera menyorot permukiman nelayan di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.
Pada pukul 14.45 WIT, terjadi ledakan dahsyat di area perkampungan. Kemudia, tampak jelas bunga api disusul kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit.
Selain itu, potongan video lainnya beredar di media sosial X, tampak sejumlah rumah warga terbuat dari kayu hancur berkeping-keping.
Warga tampak panik dan berusaha menyelamatkan warga yang tertimbun puing-puing.
Bahkan, tangis anak kecil juga pecah mencari keberadaan orang tuanya, dan bahkan, belakangan baru diketahui, sumber ledakan berasal dari bom Perang Dunia II.
2. Keterangan TNI
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan sumber ledakan berasal dari bom sisa perang.
Menurutnya, bom Perang Dunia II masih mudah ditemukan di wilayah Biak.
"Indikasi awal menunjukkan ledakan berasal dari bahan peledak peninggalan Perang Dunia II yang selama ini masih mudah ditemukan di sejumlah wilayah Biak," jelasnya.
Oleh karena itu, Kapendam XVII Cenderawasih meminta masyarakat untuk segera lapor kepada petugas jika menemukan benda-benda yang dicurigai sebagai bom.