- istimewa
Setoran Minerba ke Negara Tembus Rp55 T, Satgas PKH Sumbang Rp10,27 T, Pengamat Ekonomi Angkat Bicara
Di sisi lain, HMA nikel pada 2026 rata-rata mencapai US$16.822,29 per dmt dari sebelumnya US$15.177,12 per dmt pada 2025. Adapun HMA timah rata-rata mencapai US$51.101,46 per ton, meningkat tajam dibanding rata-rata 2025 sebesar US$34.353,88 per ton.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, jika perhitungan ditarik hingga 15 Mei 2026, realisasi PNBP minerba bahkan telah mencapai Rp55 triliun. Secara tahunan, capaian tersebut juga mencerminkan pertumbuhan 6,21% dan meningkat dibandingkan target tahun 2025.
Di balik capaian tersebut, sejumlah smelter dalam ekosistem MIND ID juga disebut menjadi penopang utama penguatan industri pengolahan mineral nasional. Kehadiran fasilitas pemurnian ini dinilai memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tambang dalam negeri.
Tri menyebut tiga proyek smelter yang telah selesai dan mulai beroperasi yakni smelter milik PT Aneka Tambang Tbk di Pomalaa, PT Vale Indonesia Tbk di Sulawesi, serta smelter tembaga PT Freeport Indonesia di JIIPE Gresik.
Ketiga proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas pengolahan mineral di dalam negeri.
"Khusus untuk smelter tembaga PT Freeport di JIIPE Gresik, kehadirannya menjadi salah satu tonggak penting untuk memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga dalam negeri," ujar Tri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI.
Secara keseluruhan, pemerintah mencatat terdapat 14 smelter terintegrasi dalam program hilirisasi mineral nasional. Rinciannya terdiri atas enam smelter nikel, enam smelter bauksit, satu smelter tembaga, dan satu smelter besi.
Dari jumlah tersebut, lima smelter telah selesai dibangun dan sembilan sisanya masih dalam proses penyelesaian. Total realisasi investasi dari proyek-proyek tersebut mencapai US$7,8 miliar.
Program hilirisasi minerba tersebut dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tambang nasional.
Sejalan dengan itu, peningkatan pendapatan negara dari sektor ini diharap mamu mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. (aag)